Abaikan Pembatasan AS, Startup AI China DeepSeek Raih Pendanaan Raksasa 15 Miliar Dolar AS

Published:

Startup AI asal China, DeepSeek, mengamankan pendanaan senilai 15 miliar dolar AS dari CATL hingga Tencent di tengah pembatasan keamanan oleh pemerintah AS.

Perusahaan rintisan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) asal China, DeepSeek, dilaporkan berhasil mengamankan komitmen pendanaan fantastis sebesar 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp271 triliun (kurs Rp18.066/dolar AS) (Antara, 23 Oktober 2026; TechCrunch, 22 Oktober 2026).

Suntikan modal jumbo ini diraih di tengah langkah pemerintah Amerika Serikat (AS) yang baru-baru ini memberlakukan kebijakan pembatasan serta pemblokiran penggunaan sistem DeepSeek di jaringan lembaga sipil federal atas alasan risiko keamanan data nasional (TechCrunch, 22 Oktober 2026; Reuters, 22 Oktober 2026).

Dukungan Raksasa Teknologi CATL dan Tencent

Laporan media teknologi TechCrunch mengungkapkan bahwa putaran investasi raksasa ini disokong oleh jajaran investor domestik terkemuka, di antaranya raksasa produsen baterai kendaraan listrik CATL hingga konglomerat teknologi Tencent (Antara, 23 Oktober 2026; TechCrunch, 22 Oktober 2026).

Pencapaian pendanaan ini melanjutkan tren lonjakan valuasi pesat DeepSeek sepanjang tahun 2026 (TechCrunch, 22 Oktober 2026):

  • Juni 2026: Mengumpulkan dana lebih dari 7 miliar dolar AS (sekitar Rp125 triliun) dengan estimasi valuasi perusahaan mencapai 50 miliar dolar AS (sekitar Rp862 triliun) (TechCrunch, 22 Oktober 2026).

  • Juli 2026: Menargetkan pendanaan tambahan 1,5 miliar dolar AS (sekitar Rp27 triliun) yang mengerek valuasinya ke kisaran 71 miliar dolar AS (sekitar Rp1,2 kuadriliun), sebagai persiapan menuju Penawaran Umum Perdana (Initial Public Offering/IPO) di bursa domestik China yang diproyeksikan paling cepat berlangsung tahun depan (TechCrunch, 22 Oktober 2026; South China Morning Post, 23 Oktober 2026).

Meskipun menghadapi blokade akses di jaringan federal AS, perusahaan yang berbasis di Hangzhou ini terus memperbesar alokasi belanja infrastruktur pusat data (data center) serta pengembangan model terbuka (open-weights model) untuk pasar domestik maupun global (TechCrunch, 22 Oktober 2026; South China Morning Post, 23 Oktober 2026).

Struktur Kepemilikan dan Rekam Jejak Pendiri

DeepSeek didirikan pada tahun 2023 oleh Liang Wenfeng, pendiri perusahaan pengelola dana lindung nilai (hedge fund) High-Flyer (Antara, 23 Oktober 2026; TechCrunch, 22 Oktober 2026). Perusahaan ini mengguncang lanskap AI global pada 2025 lewat perilisan model penalaran berbobot terbuka (Responsive Intelligence/RI) berkinerja tinggi yang dapat diakses secara gratis, sekaligus menantang dominasi pemain utama asal AS seperti OpenAI dan Google (TechCrunch, 22 Oktober 2026).

Berdasarkan analisis data kepemilikan entitas korporasi oleh WireScreen, Liang Wenfeng dilaporkan masih mempertahankan sekitar 81,6 persen saham pengali kekuatan pada entitas operasional utama DeepSeek pasca-putaran pendanaan sebelumnya (TechCrunch, 22 Oktober 2026; WireScreen, 2026).

Peta Kompetisi dan Valuasi Raksasa AI Asal China

Suntikan dana triliunan rupiah ke DeepSeek makin mempertegas panasnya persaingan investasi modal ventura pada ekosistem pengembang AI di Tiongkok (TechCrunch, 22 Oktober 2026; South China Morning Post, 23 Oktober 2026):

Nama Perusahaan AI Capaian Pendanaan / Valuasi Periode / Status Pasar
DeepSeek Pendanaan 15 Miliar USD (~Rp271 T) Target IPO China 2027 (TechCrunch, 22/10/2026)
Kimi (Moonshot AI) Pendanaan 2 Miliar USD (Valuasi 20 Miliar USD) Pendanaan Mei 2026 (TechCrunch, 22/10/2026)
Manus AI Pendanaan >500 Juta USD (~Rp9 T) Pendanaan Awal Oktober 2026 (TechCrunch, 22/10/2026)
Zhipu AI (Z.ai) Kapitalisasi Pasar 29 Miliar USD (~Rp524 T) Resmi IPO Hong Kong (Januari 2026)
MiniMax Kapitalisasi Pasar 7,2 Miliar USD (~Rp130 T) Resmi IPO Hong Kong (Januari 2026)

Catatan Redaksi

Laporan ini dikompilasi berdasarkan riset industri TechCrunch per 22 Oktober 2026, serta diperkaya dengan data rujukan keterbukaan publikasi struktur kepemilikan WireScreen dan perkembangan bursa efek Hong Kong per Oktober 2026 (Antara, 23 Oktober 2026; TechCrunch, 22 Oktober 2026; WireScreen, 2026). (Asatunews-01)

Endang Suherman
Endang Suhermanhttps://asatunews.my.id
Profesional media dan jurnalis spesialis isu Hukum, Politik, dan Geopolitik. Dengan keahliannya dalam mengelola informasi strategis dengan sentuhan teknologi digital modern, menyajikan berita dan analisis yang dibutuhkan publik. Fokus pada penyajian berita akurat di Asatunews dengan berbagai ekstensi

Related articles

Recent articles