Platform streaming iQIYI kembali berekspansi ke Indonesia dan amankan kantor baru di Jakarta Mori Tower melalui strategi serta kolaborasi Colliers Indonesia.
Platform pemutaran video daring asal Tiongkok, iQIYI, resmi menandai kembalinya operasional bisnis mereka di Indonesia setelah sempat tertunda pada 2019 akibat pandemi. Dalam upaya pencarian markas baru di Jakarta, iQIYI kembali menunjuk konsultan properti Colliers Indonesia untuk mengamankan lokasi ruang kantor yang sesuai dengan strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
Proses pencarian kantor iQIYI dihadapkan pada kriteria yang sangat ketat dan spesifik. Perusahaan awalnya membidik kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) dengan syarat berada di gedung menara premium, posisi unit terlihat langsung dari area lobi lift, serta ukuran luas lantai yang sangat presisi. Ketatnya kriteria tersebut membatasi pilihan properti yang tersedia di pasar.
Tantangan kian bertambah dengan adanya kendala bahasa serta proses persetujuan bertahap dari kantor pusat iQIYI di Tiongkok mengenai struktur komersial dan spesifikasi teknis pasar properti Indonesia.
Menghadapi tantangan tersebut, tim Office Services Colliers Indonesia menerapkan pendekatan berbasis data. Colliers memperluas opsi pencarian hingga ke koridor Sudirman dan Thamrin melalui laporan analisis komparasi gedung dan pemetaan lokasi. Hasilnya, Jakarta Mori Tower terpilih sebagai solusi terbaik bagi iQIYI.
Guna menjembatani komunikasi lintas negara, Colliers dan pengembang Mori menjalin kolaborasi erat dengan tim Mori di Shanghai untuk berdiskusi langsung dengan manajemen iQIYI di Tiongkok. Melalui negosiasi strategis ini, Colliers berhasil mengamankan harga sewa di bawah penawaran awal serta mendapatkan unit dengan posisi strategis di depan lift yang memiliki ruang lebih luas untuk rencana ekspansi masa depan.
Tajuk Analisis: Gairah Ekonomi Digital, Kebangkitan Pasar Properti Komersial, dan Pentingnya Kolaborasi Lintas Batas
Keberhasilan ekspansi iQIYI ke Indonesia memberikan sinyal positif bagi prospek investasi asing dan pasar properti perkantoran di tanah air.
Berikut tiga poin analisis utama:
1. Kepercayaan Investor Global Terhadap Potensi Pasar Digital Indonesia
Kembalinya iQIYI setelah sempat mundur pada masa pandemi menunjukkan bahwa Indonesia tetap menjadi pasar strategis bagi industri hiburan digital dan streaming di Asia Tenggara. Populasi muda yang besar serta penetrasi internet yang terus meningkat menjadi daya tarik utama bagi raksasa teknologi internasional untuk menanamkan modalnya di dalam negeri.
2. Kebangkitan Pasar Properti Komersial dan Gedung Menara Premium
Keputusan iQIYI memilih Jakarta Mori Tower di kawasan bisnis utama mencerminkan tren flight to quality pada sektor perkantoran. Perusahaan global kini semakin memprioritaskan gedung berstandar internasional dengan fasilitas modern dan efisiensi energi untuk mendukung produktivitas serta citra korporat mereka.
3. Efektivitas Kolaborasi Lintas Batas dan Kemudahan Berinvestasi
Proses transaksi properti yang melibatkan koordinasi antara Jakarta dan Shanghai membuktikan pentingnya fleksibilitas dan keterbukaan komunikasi dalam menarik investasi asing. Transparansi informasi mengenai regulasi dan praktik bisnis lokal menjadi kunci utama untuk mempercepat realisasi investasi korporasi global di Indonesia. Sumber
