Petisi yang mendesak UNICEF mencopot penyanyi Pink dari posisi Duta Kemanusiaan telah menembus 60.000 tanda tangan setelah kritiknya terhadap aksi pro-Palestina Macklemore.
Penyanyi asal Amerika Serikat, Pink, tengah menghadapi gelombang protes publik setelah sebuah petisi daring yang menuntut pencopotannya dari peran sebagai Duta Kemanusiaan UNICEF berhasil mengumpulkan lebih dari 60.000 tanda tangan terverifikasi.
Petisi yang diluncurkan di platform Change.org sejak 11 September lalu tersebut meminta UNICEF untuk meninjau kembali posisi artis berusia 47 tahun itu. Para pemrakarsa petisi menilai bahwa kritikan terbuka yang disampaikan Pink terhadap aksi pro-Palestina yang dilakukan rapper Macklemore tidak sejalan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan yang diusung oleh lembaga anak-anak PBB tersebut.
Dalam keterangannya, penyelenggara petisi menegaskan bahwa seorang Duta UNICEF seharusnya mempromosikan hak-hak dan kesejahteraan anak-anak tanpa memandang kebangsaan atau afiliasi politik. Pink dituduh telah mencederai prinsip-prinsip dasar tersebut melalui pernyataan publiknya. Petisi itu juga mendesak UNICEF untuk menjaga netralitas kemanusiaan yang ketat.
Kontroversi ini bermula saat Macklemore tampil sebagai pembuka dalam tur konser penyanyi Ed Sheeran di Stadion MetLife, New Jersey. Di atas panggung, rapper berusia 43 tahun itu mengenakan keffiyeh, membawakan lagu pro-Palestina berjudul Hind’s Hall, serta menampilkan citra kondisi Gaza di layar besar seraya menyerukan dukungan moral bagi warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat.
Aksi tersebut berujung pada dicopotnya Macklemore dari sisa jadwal tur Ed Sheeran di AS. Sheeran (35) mengonfirmasi bahwa keputusan penghentian tersebut diambil oleh pihak promotor tur setelah pemilik lokasi konser mengancam akan membatalkan seluruh acara. Sheeran sendiri kini menghadapi kritik dari publik karena dinilai membiarkan pembatalan tersebut terjadi.
Analisis untuk Pembaca & Investor/Publik di Indonesia
-
Sentimen Publik Indonesia terhadap Isu Palestina-Israel
-
Publik di Indonesia mayoritas memiliki solidaritas yang sangat kuat terhadap perjuangan kemanusiaan di Palestina. Isu pencopotan Macklemore dan tanggapan Pink dipastikan menarik perhatian luas, di mana simpati publik kemungkinan besar berada di pihak Macklemore.
-
-
Dampak Reputasi Produk dan Musisi (Potensi Boikot)
-
Bagi Artis (Pink & Ed Sheeran): Artis internasional yang berseberangan dengan narasi kemanusiaan Palestina rentan menghadapi penolakan karya (seperti pemboikotan lagu di platform streaming atau boikot produk merchandise) dari pendengar di Indonesia dan negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim lainnya.
-
Bagi UNICEF: Kepercayaan publik terhadap organisasi internasional seperti UNICEF sangat bergantung pada netralitas dan aksi nyata kemanusiaan mereka. Jika UNICEF tidak merespons petisi ini secara tegas, citra lembaga ini bisa terdampak di tingkat lokal/domestik.
-
-
Pelajaran Penting dalam Brand Safety & Konser Musik di Indonesia
-
Kasus penekanan dari pemilik venue dan promotor di AS menunjukkan betapa sensitifnya isu geopolitik dalam industri hiburan global. Promotor di Indonesia juga perlu mengantisipasi bagaimana pesan-pesan politik atau kemanusiaan yang dibawakan musisi internasional di atas panggung dapat memengaruhi perizinan dan penerimaan masyarakat lokal. Sumber
-
