Jangan sampai salah! Simak 5 aturan emas mengolah daging sapi, ayam, dan kambing dari para ahli pangan agar kandungan nutrisi dan gizinya tetap terjaga optimal.
Mengolah daging sapi, ayam, maupun kambing menjadi hidangan yang lezat tentu memberikan kepuasan tersendiri bagi para pencinta kuliner. Namun, kesalahan kecil dalam proses persiapan dan memasak ternyata bisa membuat nutrisi penting di dalam daging hilang begitu saja.
Padahal, daging merupakan sumber protein, zat besi, dan vitamin B12 yang sangat baik untuk tubuh. Agar manfaat kesehatannya tetap optimal saat dikonsumsi, bahan pangan ini perlu diperlakukan dengan benar sejak dari dapur.
Dikutip dari laman kuliner NDTV Food melalui Kompas.com, Minggu (17/5/2026), berikut adalah 5 aturan emas mengolah daging agar nutrisinya tetap terjaga dan hidangan Anda tetap sehat:
Banyak orang yang secara refleks langsung mencuci daging di bawah kran air begitu mengeluarkannya dari kemasan. Menurut laporan NDTV Food, kebiasaan ini justru sangat tidak direkomendasikan oleh para ahli pangan.
Mencuci daging mentah dengan air mengalir tidak akan membunuh bakteri, melainkan justru memicu kontaminasi silang. Air yang tepercik dari daging bisa menyebarkan bakteri berbahaya seperti Salmonella atau Campylobacter ke permukaan wastafel, piring, hingga peralatan dapur lainnya. Bakteri di dalam daging sebenarnya akan mati dengan sendirinya saat proses memasak dengan suhu yang tepat. Cukup tepuk-tepuk permukaan daging dengan tisu dapur bersih jika ingin membersihkannya.
Mengeluarkan daging beku dari freezer lalu membiarkannya begitu saja di atas meja dapur dalam suhu ruangan (room temperature) adalah kesalahan besar. Suhu ruangan merupakan area yang paling disukai oleh bakteri untuk berkembang biak dengan cepat.
Untuk menjaga kualitas nutrisi dan higienitasnya, lakukan proses thawing secara bertahap. Cara terbaik adalah memindahkan daging beku dari freezer ke dalam chiller (kulkas bagian bawah) semalam sebelum dimasak. Jika terburu-buru, Anda bisa merendam daging yang masih terbungkus rapat di dalam wadah berisi air dingin, atau menggunakan fitur defrost pada microwave.
Aturan krusial lainnya dalam menjaga keamanan pangan di dapur adalah memisahkan peralatan untuk bahan mentah dan bahan siap santap. Pastikan Anda memiliki talenan dan pisau yang khusus digunakan untuk daging mentah.
Jangan pernah memotong sayuran segar untuk salad atau buah-buahan di atas talenan yang baru saja digunakan untuk mengiris daging mentah, tanpa dicuci terlebih dahulu menggunakan sabun secara menyeluruh. Kontaminasi bakteri dari daging mentah ke makanan langsung konsumsi bisa memicu gangguan pencernaan yang serius.
Memasak daging memang harus sampai matang demi membunuh patogen berbahaya, tetapi memasaknya secara berlebihan atau sampai gosong (overcooked) justru akan merusak kandungan gizinya.
Suhu panas yang terlalu tinggi dan durasi memasak yang terlalu lama bisa memecah struktur protein serta menghilangkan kandungan vitamin dan mineral alami yang ada di dalam serat daging. Selain itu, tekstur daging akan berubah menjadi alot dan kering. Masaklah daging dengan suhu dan waktu yang pas agar sarinya (juice) tetap tertahan di dalam.
Setelah daging selesai dipanggang atau digoreng, jangan langsung memotongnya. Berikan waktu jeda atau istirahat (resting) sekitar 5 hingga 10 menit sebelum dihidangkan.
Saat dimasak, serat-serat daging akan menyusut dan mendorong cairan (juice) alami daging ke bagian tengah. Jika Anda langsung memotongnya begitu diangkat dari kompor, seluruh cairan kaya rasa dan nutrisi tersebut akan keluar dan terbuang di atas talenan. Dengan proses resting, serat daging akan rileks kembali dan cairan bernutrisi tersebut akan menyebar rata ke seluruh bagian daging, menjaga teksturnya tetap lembut dan juicy.
Analisis Strategis Asatunews.my.id: Edukasi Keamanan Pangan
Panduan pengolahan daging dari NDTV Food ini menyoroti pergeseran penting dalam edukasi keamanan pangan (food safety) modern di tahun 2026:
Dekonstruksi Mitos Dapur Tradisional: Larangan mencuci daging mentah mematahkan kebiasaan turun-temurun masyarakat yang menganggap air mengalir adalah pembersih utama. Media digital memiliki peran krusial dalam menyebarkan pemahaman ilmiah ini untuk mencegah tingginya kasus keracunan makanan akibat kontaminasi silang di tingkat rumah tangga.
Pentingnya Manajemen Suhu: Edukasi mengenai bahaya mencairkan daging pada suhu ruangan (room temperature thawing) menunjukkan bahwa higienitas makanan sangat bergantung pada kontrol waktu dan suhu (time and temperature control). Pemahaman ini penting untuk menekan pertumbuhan bakteri patogen sebelum proses termal (memasak) dimulai.
Sains di Balik Kuliner (Resting Teknik): Aturan mengenai resting daging membuktikan bahwa teknik memasak modern kini mengombinasikan aspek retensi nutrisi dengan pengalaman sensorik (rasa dan tekstur). Mempertahankan juice daging berarti mempertahankan bioavailabilitas protein dan mineral larut air agar tidak terbuang sia-sia. ****
