James A. Robinson dan Ilmuwan Dunia Bahas Pancasila serta Arah Pembangunan Indonesia

Published:

Peraih Nobel Ekonomi 2024, Prof. James A. Robinson, bersama sejumlah ilmuwan dan akademisi dunia berdialog dengan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di Megawati Institute, Jakarta, Jumat (28/8/2026). Pertemuan tersebut membahas peran sains, kelembagaan, dan Pancasila dalam mendorong pembangunan yang inklusif serta berkeadilan sosial.

Robinson merupakan ekonom dan ilmuwan politik asal Britania Raya yang meraih Penghargaan Nobel Bidang Ekonomi pada 2024. Ia hadir bersama delegasi akademisi internasional yang terdiri atas peraih Nobel, Turing Award, serta sejumlah peneliti terkemuka dari berbagai bidang keilmuan.

Para ilmuwan tersebut diterima langsung Megawati yang juga Ketua Dewan Pembina Megawati Institute, bersama Direktur Eksekutif Megawati Institute Hilmar Farid.

Hilmar mengatakan, para akademisi internasional itu sebelumnya menghadiri pertemuan puncak internasional bertajuk Science for Development atau Ilmu Pengetahuan untuk Pembangunan di Dili, Timor-Leste.

Menurut Hilmar, forum tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan perspektif keilmuan dengan tantangan pembangunan di kawasan, termasuk Indonesia dan Timor-Leste.

Ia menilai intervensi sains diperlukan agar pembangunan nasional tidak semata-mata berjalan berdasarkan pertimbangan pragmatis, tetapi tetap berpijak pada kepentingan manusia dan prinsip konstitusi.

“James Robinson, salah satu ekonom terkemuka peraih hadiah Nobel, hadir dalam pertemuan ini dan memberikan banyak pandangan mengenai bagaimana sains berkontribusi pada pembangunan,” kata Hilmar.

Hilmar mengatakan, pertemuan dengan Megawati juga menghasilkan dorongan agar para peserta summit memberikan kontribusi pemikiran bagi dunia.

“Kemarin kami baru selesai berdiskusi dengan Ibu Megawati, dan beliau meminta para peserta summit ini untuk memberikan kontribusi pemikiran bagi dunia,” ujarnya.

Ia berharap Megawati Institute ke depan dapat membangun kerja sama dengan para pakar dunia dan menjadi tuan rumah kegiatan serupa di Indonesia.

Robinson Tertarik pada Pancasila

Dalam dialog tersebut, Robinson mengaku senang dapat berkunjung ke Indonesia atas undangan Megawati serta Presiden Timor-Leste Jose Ramos-Horta.

Robinson mengatakan, kunjungannya tidak hanya berkaitan dengan pertukaran pandangan mengenai pembangunan. Ia juga ingin memperdalam pemahaman mengenai struktur sosial masyarakat dan peran institusi di Indonesia serta Timor-Leste.

Pemahaman tersebut, kata Robinson, penting untuk merumuskan pendekatan pembangunan yang lebih inklusif dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Peraih Nobel Ekonomi 2024 itu juga menyampaikan ketertarikan akademis terhadap Pancasila, khususnya gagasan dasar negara yang dirumuskan oleh Presiden pertama RI Soekarno atau Bung Karno.

“Saya juga sangat tertarik berada di Megawati Institute ini untuk mempelajari filosofi Pancasila dari Presiden Sukarno, serta bagaimana filosofi tersebut berperan penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Jadi, terima kasih banyak,” kata Robinson.

Robinson dikenal sebagai salah satu akademisi yang banyak meneliti hubungan antara institusi politik, struktur sosial, dan pembangunan ekonomi.

Pertemuan Megawati Institute dengan delegasi ilmuwan internasional tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi riset jangka panjang antara pemikir dunia dan lembaga kajian di Indonesia.

Kolaborasi itu diharapkan dapat menghasilkan gagasan dan rekomendasi kebijakan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mengedepankan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat.

Zidan Adam
Zidan Adamhttp://asatunews.my.id
Seorang jurnalis muda berbakat yang memiliki ketajaman dalam melakukan investigasi lapangan dan penyusunan berita mendalam (depth reporting). Berdedikasi tinggi dalam memburu kebenaran, menyampaikan fakta secara objektif, serta menyajikan peristiwa terkini dengan sudut pandang yang segar dan edukatif bagi pembaca.

Related articles

Recent articles