JAKARTA, ASATUNEWS.MY.ID — Produsen otomotif Jepang, termasuk Toyota, Honda, Nissan, dan Suzuki, secara serentak mengubah strategi kendaraan listrik (EV) mereka dengan fokus pada mobil mini atau kei car. Langkah ini diambil untuk mempercepat adopsi EV di dalam negeri sekaligus menantang dominasi pasar global oleh China. Penggunaan kei car terbukti dapat membuat biaya produksi lebih efisien, memungkinkan harga jual yang kompetitif dibandingkan mobil berbahan bakar bensin. Eksperimen ini dianggap sebagai upaya meninggalkan pandangan lama bahwa mobil listrik harus berukuran besar dan bertenaga tinggi, dengan harapan model kei car yang telah teruji puluhan tahun dapat kembali menjadi pionir inovasi di Asia.
Produsen Otomotif Jepang Ubah Haluan, Andalkan ‘Kei Car’ untuk Percepat Adopsi EV Global
Keberhasilan mobil mini listrik ini didukung oleh tren pasar domestik Jepang, di mana kei car menyumbang lebih dari sepertiga penjualan kendaraan baru hingga Maret 2025. Suzuki, spesialis kei car, telah memamerkan konsep Vision e-Sky, sementara Honda meluncurkan N-ONE e, dan Toyota menghadirkan versi mini melalui merek Daihatsu. Mobil kecil ini disukai karena hemat, mudah diparkir, dan mendapatkan keringanan pajak. Pendekatan ini mirip dengan strategi China yang sukses dengan model murah dan ringkas seperti Wuling Hongguang Mini EV, membuktikan bahwa mobil kecil dan terjangkau dapat menjadi kunci masa depan kendaraan listrik.
Keputusan ini juga dilatarbelakangi oleh tekanan terhadap posisi Jepang di industri otomotif dunia akibat lambatnya adaptasi teknologi listrik. Dengan fokus pada kei car listrik, ditambah dengan investasi besar dalam pengembangan baterai solid-state yang lebih efisien, pabrikan Jepang berharap dapat kembali memimpin inovasi. Jika strategi kei car listrik berhasil, Jepang berpeluang membuktikan bahwa mobil kecil dapat menjadi model sukses dan terjangkau yang mampu bersaing di kancah global melawan raksasa EV dari China. (A-1)
