JAKARTA, ASATUNEWS.MY.ID — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengetatkan pengawasan pasar dengan menjatuhkan suspensi terhadap empat emiten, yakni PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK), PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS), PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS), dan PT Timah Tbk (TINS). Kebijakan ini diambil setelah BEI mencermati adanya lonjakan harga kumulatif yang dinilai tidak wajar dalam beberapa waktu terakhir. “Penghentian sementara ini diberlakukan di pasar reguler dan pasar tunai mulai sesi pertama hari ini,” ujar Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, Jumat (10/10/2025).
Langkah Cooling Down untuk Menjaga Stabilitas dan Kepercayaan Investor
Yulianto menjelaskan, langkah suspensi merupakan bagian dari mekanisme cooling down untuk menjaga stabilitas pasar dan melindungi investor dari potensi gejolak harga yang berlebihan. “Jeda sementara ini dimaksudkan agar pelaku pasar memiliki ruang bernapas—kesempatan untuk menelaah kembali setiap keputusan investasi berdasarkan data yang tersedia, bukan semata dorongan euforia,” tambahnya. BEI juga mengingatkan seluruh pihak agar selalu memperhatikan setiap keterbukaan informasi yang disampaikan oleh emiten guna memastikan transparansi dan kepercayaan publik tetap terjaga.
Selain menjatuhkan suspensi, BEI juga mencabut pembekuan terhadap tujuh emiten yang sebelumnya disuspensi, termasuk PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk (ASHA) dan PT Damai Sejahtera Abadi Tbk (UFOE). Dengan pencabutan tersebut, saham dan waran dari emiten terkait kembali dapat diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai mulai sesi pertama perdagangan hari ini. BEI menegaskan bahwa langkah ini merupakan upaya berkelanjutan untuk menyeimbangkan antara dinamika pasar dan perlindungan investor. (A-1)
