JAKARTA, ASATUNEWS.MY.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore (15/10/2025) ditutup melemah di tengah sikap hati-hati pelaku pasar yang menanti hasil pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. IHSG turun 15,34 poin atau 0,19 persen ke level 8.051,18, sedangkan indeks LQ45 naik tipis 0,25 poin atau 0,03 persen ke posisi 722,14.
Ketegangan hubungan Amerika Serikat dan China membuat investor bersikap hati-hati, sementara tekanan domestik datang dari turunnya penerimaan negara bukan pajak.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengatakan bahwa pelaku pasar masih mencermati perkembangan tensi geopolitik dua negara ekonomi terbesar dunia itu. “Pelaku pasar mencermati meningkatnya ketegangan antara AS dan China menjelang pertemuan yang dinanti antara Donald Trump dan Xi Jinping pada akhir bulan ini,” ujar Nico di Jakarta. Sementara itu, pernyataan bernada dovish Ketua The Fed, Jerome Powell, serta laporan kinerja positif sektor perbankan AS sempat memberikan dorongan pada sentimen global.
Dari dalam negeri, pelemahan IHSG turut dipengaruhi oleh penurunan realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) hingga akhir September 2025 sebesar 19,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut terjadi setelah dividen BUMN mulai masuk ke Danantara. Kekhawatiran akan dampak perang dagang AS–China juga menahan laju penguatan indeks. IHSG yang sempat dibuka menguat, kemudian berbalik arah ke zona merah hingga penutupan sesi kedua perdagangan saham. (A-1)
