JAKARTA, ASATUNEWS.MY.ID — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat melanjutkan pelemahannya pada perdagangan Kamis (13/11/2025) pagi. Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.57 WIB, kurs rupiah tercatat berada di level Rp16.732 per dolar AS, melemah 0,09 persen atau 15 poin dari posisi sebelumnya . Pelemahan ini terjadi di tengah mayoritas mata uang kawasan Asia lainnya yang justru menguat terhadap dollar AS, seperti Ringgit Malaysia dan Peso Filipina.
Sentimen Global dan Antisipasi Pemotongan Suku Bunga BI Tekan Nilai Tukar
Pelemahan rupiah dipicu oleh sentimen global, di mana pasar mulai meragukan rencana The Federal Reserve untuk kembali memangkas suku bunga . Keraguan ini mendorong investor kembali memburu dollar AS sebagai aset aman, sehingga memperkuat posisi mata uang Amerika Serikat di kawasan Asia . Pengamat pasar uang Lukman Leong juga menyoroti antisipasi pelaku pasar terhadap rencana pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia minggu depan yang turut memberikan tekanan pada rupiah . Dari dalam negeri, pasar mencermati proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 yang diperkirakan Bank Indonesia berada di kisaran 5,33 persen, lebih rendah dari target pemerintah sebesar 5,4 persen .
Dengan mempertimbangkan faktor eksternal dan domestik tersebut, rupiah hari ini diperkirakan akan bergerak secara fluktuatif namun berpeluang ditutup melemah. Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.720 hingga Rp16.760 per dolar AS . Sementara itu, proyeksi dari pengamat lain menyebut rentang yang lebih lebar, yaitu antara Rp16.650 dan Rp16.800 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Fluktuasi Nilai Tukar Rupiah
Berdasarkan data yang tersedia, berikut fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS (USD/IDR) dalam sepekan terakhir hingga 13 November 2025.
| Tanggal | Nilai Tukur (IDR) | Perubahan (Poin) | Keterangan |
|---|---|---|---|
| 13 Nov 2025 | 16.717 | – | Data pembukaan: 16.695; rentang harian: 16.695 – 16.717 |
| 12 Nov 2025 | 16.695 | -22 | Melemah; rentang harian: 16.695 – 16.762 |
| 11 Nov 2025 | 16.690 | -43 | Melemah; data sore: Rp 16.685,3 per USD |
| 10 Nov 2025 | 16.653 | +41 | Menguat dari posisi 7 Nov; rentang harian: 16.637 – 16.706 |
| 7 Nov 2025 | 16.694 | – | Data penutupan; rentang harian: 16.646 – 16.719 |
Konteks dan Penyebab Fluktuasi
Pergerakan Rupiah dalam seminggu terakhir tidak terlepas dari sentimen global dan domestik:
-
Tekanan dari Penguatan Dolar AS: Nilai Dolar AS cenderung kuat, didorong oleh spekulasi bahwa The Federal Reserve (bank sentral AS) akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dari perkiraan awal.
-
Sentimen Domestik: Pasar juga mencermati pernyataan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, yang menyatakan bahwa masih ada ruang untuk pemotongan suku bunga di masa depan. Ekspektasi ini turut memberikan tekanan pada Rupiah.
-
Kinerja dalam Sebulan: Secara lebih luas, Rupiah telah tertekan 0,82% dalam sebulan terakhir (per 12 November 2025).
Semoga informasi ini membantu Anda memahami pergerakan Rupiah belakangan ini. Apakah Anda membutuhkan analisis untuk mata uang tertentu lainnya atau data untuk rentang waktu yang lebih panjang? (A-1)
