JAKARTA, ASATUNEWS.MY.ID — Media sosial belakangan ini diramaikan oleh diskusi warganet mengenai bahaya Gastroesophageal Reflux Disease atau GERD. Namun, di balik kewaspadaan terhadap asam lambung, terdapat risiko lain yang jauh lebih fatal: serangan jantung yang menyerupai sakit maag.
Kenali perbedaan krusial antara asam lambung dan sumbatan pembuluh darah agar tidak terlambat mendapatkan penanganan medis.
Spesialis jantung, dr. Vito Damay, SpJP(K), mengingatkan masyarakat agar tidak terkecoh. Masalah pada pembuluh darah di bagian bawah jantung sering kali memicu nyeri di ulu hati, sebuah sensasi yang sangat identik dengan keluhan lambung.
“Memang bisa mirip dan justru itu yang sering bikin orang keliru,” ujar dr. Vito, Minggu (25/1/2026).
Cara Membedakan GERD vs Serangan Jantung
Agar tidak salah langkah, dr. Vito membedakan ciri-ciri kedua kondisi tersebut sebagai berikut:
Gejala Khas GERD:
-
Sensasi terbakar (heartburn) dari dada hingga leher.
-
Keluhan memburuk saat berbaring atau pada malam hari.
-
Adanya rasa asam atau pahit di mulut.
-
Mual dan terkadang sesak napas mendadak.
Gejala Khas Serangan Jantung:
-
Dada terasa berat seperti ditekan atau diremas.
-
Ciri Pembeda: Disertai keringat dingin.
-
Nyeri menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, atau punggung.
-
Risiko lebih tinggi pada wanita, lansia, dan pengidap diabetes.
Mengapa Bisa Mirip?
Secara anatomi, letak jantung dan lambung memang berdekatan. Selain itu, saraf yang mengirimkan sinyal nyeri dari kedua organ tersebut ke otak menggunakan jalur yang serupa.
Data Tambahan Relevan: Menurut data dari American Heart Association (AHA), sekitar 30-40% pasien yang datang ke IGD dengan keluhan nyeri dada non-traumatik ternyata tidak menderita masalah jantung, melainkan masalah pencernaan seperti GERD. Namun, sebaliknya, keterlambatan penanganan serangan jantung karena dianggap “hanya maag” (sering disebut angin duduk) menjadi penyebab angka kematian yang tinggi di Indonesia.
Kelompok Berisiko Tinggi
Dr. Vito menekankan bahwa pada pasien lanjut usia atau penderita diabetes, saraf sensorik mereka mungkin tidak lagi sensitif, sehingga serangan jantung sering kali tidak muncul sebagai nyeri dada yang hebat, melainkan hanya rasa tidak nyaman di ulu hati yang samar.
“Serangan jantung tidak selalu terasa sebagai nyeri dada, tapi mirip seperti ‘GERD’ atau nyeri ulu hati. Hal ini membuat serangan jantung sering terlewat,” pungkasnya
JANGAN SALAH TEBAK: GERD VS SERANGAN JANTUNG 🚨
Banyak yang mengira nyeri di ulu hati hanya asam lambung biasa, padahal bisa jadi itu tanda serangan jantung! Yuk, cek perbedaannya menurut dr. Vito Damay, SpJP(K):
| Ciri | GERD (Asam Lambung) | SERANGAN JANTUNG |
| Rasa di Dada | Terbakar (heartburn) sampai leher | Berat, seperti ditekan beban berat |
| Lokasi Nyeri | Ulu hati, naik ke arah kerongkongan | Dada tengah/kiri, bisa menjalar ke lengan/rahang |
| Pemicu | Berbaring setelah makan, makanan pedas | Aktivitas fisik atau stres (tapi bisa saat istirahat) |
| Tanda Kunci | Rasa asam/pahit di mulut | Keringat dingin & lemas luar biasa |
| Efek Reaksi | Membaik dengan obat lambung/antasida | Tidak membaik dengan obat lambung |
⚠️ WASPADA!
Jika Anda merasakan nyeri ulu hati yang disertai keringat dingin, sesak napas, atau nyeri menjalar ke lengan kiri, segera ke IGD terdekat! Jangan ditunda dengan minum air hangat atau obat maag saja. (A-1)
Sumber: dr. Vito Damay / detikHealth

