DEPOK, ASATUNEWS.MY.ID – Area Bebas Kendaraan Bermotor (CFD) depan Dmall Depok, yang lazimnya dipadati masyarakat beraktivitas fisik, mendadak diselimuti nuansa penuh rasa ingin tahu pada Minggu pagi (18/1/2026). Sebuah pertunjukan teatrikal berupa seremoni “Ruwatan Sengkolo” muncul di tengah keramaian, menciptakan momentum tak lazim bagi para pejalan kaki.

Membawa Aura Angker ke Tengah Kesibukan, MVP Pictures Sajikan Sosok ‘Orang Pintar’ Beserta Upacara Simbolis Pemurnian Jiwa Demi Meraih Tatapan Warga Depok.

Aksi simbolis pembersihan diri dari nasib buruk atau kesialan ini memang punya maksud di baliknya. Upacara tersebut merupakan segmen dari manuver pemasaran kreatif untuk film bergenre horor terbaru garapan MVP Pictures, yakni “Sengkolo Petaka Satu Suro”.

“Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa dalam alur kehidupan, ada kalanya kita perlu ‘membersihkan’ diri dari kesialan. Oleh karena itu, kami mengerahkan aneka ragam aktivitas, termasuk menampilkan wujud ‘orang pintar’ sebagai representasi pembersihan aura negatif,” ungkap Aas Asmiyati dari kubu MVP Pictures di lokasi acara berlangsung.

Mengapa Kota Depok Jadi Titik Sentral?

Keputusan memilih Depok sebagai lokasi awal persembahan ritual ini sudah melalui perhitungan mendalam. Tim pembuat film memperhitungkan bahwa masyarakat Depok menunjukkan minat yang sangat besar terhadap karya sinema nasional, khususnya di ranah horor. Dengan menghadirkan elemen adat istiadat ke ruang publik yang modern dan penuh hiruk pikuk, MVP Pictures berhasil memicu perbincangan hangat di antara khalayak.

Karya yang diprakarsai oleh maestro perfilman legendaris Raam Punjabi ini digadang-gadang akan menyajikan pengalaman mencekam yang berbeda dengan menonjolkan kearifan budaya Jawa mengenai mitos malam Satu Suro.

Informasi Tambahan

Mengenai Film: Sengkolo Petaka Satu Suro menggali narasi gaib yang berpusat pada tradisi Satu Suro di Jawa, yang sering dianggap sebagai saat sakral di mana energi negatif atau “Sengkolo” gampang merasuki insan.

Tren Pemasaran: Pendekatan “experiential marketing” atau membawa sensasi langsung kepada audiens potensial kini sedang marak dalam industri layar perak Indonesia 2026 guna memicu lonjakan viralitas di platform media sosial seperti TikTok dan Instagram. (A-1)

By Endang Suherman

Profesional media dan jurnalis spesialis isu Hukum, Politik, dan Geopolitik. Dengan keahliannya dalam mengelola informasi strategis dengan sentuhan teknologi digital modern, menyajikan berita dan analisis yang dibutuhkan publik. Fokus pada penyajian berita akurat di Asatunews dengan berbagai ekstensi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *