BBKK Bandara Soekarno-Hatta memperketat skrining bagi pelaku perjalanan luar negeri menyusul wabah virus Nipah di India. Simak prosedur dan gejalanya di sini.
TANGERANG, ASATUNEWS.MY.ID – Otoritas kesehatan di pintu masuk internasional Indonesia mulai meningkatkan kewaspadaan. Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Bandara Internasional Soekarno-Hatta resmi memperketat pengawasan terhadap pelaku perjalanan udara dari luar negeri seiring dengan laporan penyebaran virus Nipah di India.
Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi dini mengingat virus Nipah memiliki tingkat fatalitas yang tinggi. Kepala BBKK Bandara Soekarno-Hatta, Naning Nugrahini, menyebutkan bahwa virus ini memiliki tingkat kematian yang mengkhawatirkan, yakni mencapai lebih dari 40 persen.
Sistem Deklarasi Kesehatan dan Skrining Ketat
Naning menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan melalui sistem terintegrasi yang mewajibkan penumpang mengisi deklarasi kesehatan sebelum tiba di Indonesia. Melalui sistem ini, petugas dapat memantau profil kesehatan penumpang serta riwayat perjalanan mereka.
“Ada atau tidak ada virus, kita sudah punya sistem olimnesia. Di dalam sistem itu ada deklarasi kesehatan. Jadi, pelaku perjalanan sebelum tiba di Indonesia diminta untuk isi status kesehatan,” ujar Naning di Tangerang, Selasa (27/1/2026).
Skrining tersebut mencakup beberapa tahapan penting:
-
Pemeriksaan Awal: Maskapai wajib melakukan pengecekan kesehatan di titik keberangkatan.
-
Tracing Riwayat Perjalanan: Petugas mengecek riwayat perjalanan penumpang dalam 21 hari terakhir.
-
Thermal Scanner: Penempatan alat pemindai suhu tubuh di terminal bandara untuk mendeteksi penumpang yang mengalami demam.
-
Pemeriksaan Fisik: Petugas kesehatan disiagakan untuk memeriksa langsung penumpang yang menunjukkan gejala.
Jika ditemukan pelaku perjalanan dengan gejala yang identik dengan virus Nipah, petugas akan langsung mengarahkan penumpang tersebut untuk mematuhi pedoman kesehatan dan penanganan lebih lanjut.
Mengenal Gejala Virus Nipah Menurut WHO
Berdasarkan data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), virus Nipah merupakan ancaman serius karena dapat menyerang organ vital seperti paru-paru dan otak. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:
-
Demam dan sakit kepala hebat.
-
Rasa kantuk yang tidak wajar.
-
Kebingungan atau disorientasi.
-
Hingga kondisi fatal seperti koma.
Imbauan bagi Pelaku Perjalanan
Selain pengawasan di bandara, BBKK juga mengimbau masyarakat, khususnya pelaku perjalanan, untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
“Imbauan kami kepada seluruh pelaku perjalanan untuk tetap meningkatkan pola hidup bersih dan sehat. Kalau makan makanan buah-buahan, tolong dikupas, dicuci yang bersih. Dan untuk tetap jaga kesehatan yang seimbang,” tambah Naning.
Hingga saat ini, pihak otoritas bandara terus berkoordinasi dengan kementerian terkait guna memastikan tidak ada celah penyebaran virus Nipah masuk ke wilayah Indonesia melalui gerbang transportasi udara utama ini. (A-1)

