24.6 C
Jakarta
Minggu, 1 Februari 2026

Waspada Keputihan Tidak Normal, Ahli Ungkap Ciri-Ciri yang Mengarah pada Kanker Serviks

Baca Juga

Waspada! Ketahui perbedaan keputihan normal dan gejala kanker serviks berdasarkan warna, bau, dan tekstur menurut penjelasan ahli onkologi Dr. Lohith Reddy.

JAKARTA, ASATUNEWS.MY.IDKeputihan merupakan kondisi alami yang dialami oleh setiap perempuan. Namun, perubahan pada warna, bau, tekstur, hingga jumlah cairan yang keluar bisa menjadi sinyal adanya masalah kesehatan serius, termasuk kanker serviks.

Dr. Lohith Reddy, spesialis onkologi radiasi sekaligus clinical lead–functional radiosurgery di HCG Hospitals, memperingatkan bahwa banyak pasien kanker serviks baru terdiagnosis saat stadium lanjut karena mengabaikan tanda-tanda pada keputihan mereka.

“Salah satu gejala yang paling umum namun sering diremehkan adalah keputihan yang menetap atau tidak biasa,” ungkap Dr. Lohith sebagaimana dilaporkan oleh Hindustan Times, Rabu.

Berikut adalah panduan untuk mengenali perbedaan keputihan normal dan keputihan yang perlu diwaspadai:

1. Perubahan Warna yang Mengkhawatirkan

Secara normal, keputihan berwarna bening atau putih susu. Namun, Anda harus waspada jika menemukan warna berikut di luar masa haid:

  • Merah muda, cokelat, atau bercampur darah: Sangat mengkhawatirkan jika muncul di luar siklus menstruasi.

  • Kuning, hijau, atau abu-abu: Umumnya mengindikasikan infeksi.

  • Cairan encer bercampur darah: Sering kali muncul setelah berhubungan seksual atau setelah memasuki masa menopause.

Dr. Lohith menegaskan, jika perubahan warna ini tidak membaik dengan pengobatan rutin, pemeriksaan serviks secara menyeluruh wajib dilakukan.

2. Bau yang Menyengat dan Menetap

Keputihan yang sehat biasanya hampir tidak berbau. Sebaliknya, bau yang kuat, busuk, atau sangat tidak sedap merupakan tanda bahaya (red flag).

Pada kasus kanker serviks stadium lanjut, kerusakan jaringan tumor dan infeksi sekunder dapat memicu aroma yang sangat menyengat. Berbeda dengan infeksi biasa seperti vaginosis bakterialis, bau akibat kanker biasanya tidak kunjung hilang meskipun sudah diberi pengobatan standar.

3. Tekstur Encer dalam Jumlah Banyak

Tekstur keputihan sering kali kurang diperhatikan oleh perempuan. Dr. Lohith mengingatkan bahwa keputihan yang sangat encer dan keluar dalam jumlah banyak hingga membasahi pakaian dalam adalah tanda peringatan penting.

“Seiring waktu, keputihan ini dapat menjadi lengket, bernanah, atau bercampur darah. Berbeda dengan keputihan normal yang bersifat siklik (mengikuti siklus), keputihan terkait kanker bersifat menetap dan semakin memburuk dari waktu ke waktu,” jelasnya.

Kesimpulan

Meskipun perubahan hormonal selama kehamilan atau siklus menstruasi dapat memengaruhi keputihan, kondisi yang berlangsung terus-menerus tidak boleh diabaikan. Deteksi dini melalui pengamatan terhadap perubahan tubuh adalah kunci utama dalam menghadapi risiko kanker serviks.

Segera konsultasikan dengan dokter spesialis jika Anda mengalami keputihan dengan ciri-ciri di atas untuk mendapatkan evaluasi medis yang tepat.

Daftar umum fasilitas kesehatan yang biasanya menyediakan layanan skrining kanker serviks (Pap Smear atau IVA Test). Di Indonesia, layanan ini cukup mudah diakses melalui jalur mandiri maupun penjaminan kesehatan:

1. Puskesmas Terdekat

Puskesmas merupakan fasilitas kesehatan pertama yang paling terjangkau.

  • Layanan: Biasanya menyediakan Tes IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) yang efektif untuk deteksi dini.

  • Biaya: Seringkali gratis atau sangat terjangkau jika Anda memiliki kartu BPJS Kesehatan (pastikan berkoordinasi dengan FKTP terdaftar).

2. Laboratorium Klinik Komersial

Laboratorium swasta memiliki fasilitas lengkap dan hasil yang relatif cepat.

  • Contoh: Prodia, Kimia Farma Diagnostika, atau Pramita Lab.

  • Layanan: Menyediakan Pap Smear konvensional maupun Liquid-Based Cytology (LBC) yang lebih akurat, serta tes DNA HPV.

3. Rumah Sakit RSUD atau RS Swasta

Hampir seluruh Rumah Sakit yang memiliki spesialis Kebidanan dan Kandungan (Obgyn) menyediakan layanan ini.

  • Keunggulan: Jika hasil skrining menunjukkan indikasi medis, Anda bisa langsung berkonsultasi dengan dokter spesialis di tempat yang sama.

4. Klinik Yayasan Kanker Indonesia (YKI)

YKI seringkali memiliki klinik khusus yang fokus pada deteksi dini kanker dengan biaya yang lebih bersubsidi bagi masyarakat.

Tips Sebelum Melakukan Skrining:

  • Waktu Terbaik: Lakukan 10–20 hari setelah hari pertama menstruasi terakhir.

  • Persiapan: Jangan berhubungan seksual, menggunakan pembersih kewanitaan, atau obat vagina selama 2×24 jam sebelum pemeriksaan.

  • Konsultasi: Jika Anda mengalami keputihan yang tidak biasa (seperti dalam artikel di atas), sampaikan detail tersebut kepada petugas medis sebelum pemeriksaan dimulai.(A-1)

- Advertisement -spot_img

Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Terkini