Mantan Presenter CNN Don Lemon Akui Pertimbangkan Nyapres AS 2028: Saya Lebih Baik dari Trump

Published:

Mantan jangkar CNN Don Lemon secara mengejutkan mengaku siap mencalonkan diri sebagai Presiden AS 2028 dan merasa bisa memimpin lebih baik dari Donald Trump.

Dunia politik Amerika Serikat kembali diramaikan oleh wacana mengejutkan dari kalangan media. Mantan presenter kenamaan CNN, Don Lemon, secara terbuka menyatakan ketertarikannya untuk mencalonkan diri sebagai Presiden Amerika Serikat di masa depan.

Dalam podcast Pod Save America, pria berusia 60 tahun tersebut mengaku sering memikirkan kemungkinan untuk menduduki posisi Commander-in-Chief. Lemon bahkan dengan percaya diri menyatakan bahwa ia mampu memimpin negara jauh lebih baik dibandingkan Presiden Donald Trump.

Dikutip dari laporan The Hollywood Reporter, Sabtu (4/4/2026), Lemon mengungkapkan bahwa peluang tersebut sangat mungkin diambil jika momen yang tepat datang.

“Apakah saya pernah terpikir (untuk mencalonkan diri)? Ya. Mungkinkah itu terjadi? Ya, itu bisa terjadi—jika kesempatan yang tepat muncul sendiri,” ujar Lemon. Ia menyadari bahwa pernyataannya akan menjadi sorotan besar. “Saya pikir saya bisa menjadi Presiden Amerika Serikat. Saya pasti bisa menjalankan negara ini lebih baik daripada Donald Trump.”

Lemon membandingkan kemungkinan pencalonannya dengan fenomena Barack Obama di masa lalu. Ia menekankan bahwa meskipun saat ini ia tidak memiliki aspirasi jabatan secara eksplisit, ia merasa memiliki kapasitas kepemimpinan yang mumpuni.

“Mengapa saya tidak boleh berpikir untuk mencalonkan diri? Apakah ada yang menyangka Barack Obama—pria dengan nama unik dan latar belakang campuran—bisa menjadi presiden?” lanjutnya.

Meski demikian, Lemon mengakui adanya kekhawatiran terkait privasi dan serangan kampanye yang akan menggali masa lalunya. Namun, ia merasa aturan bagi tokoh seperti dirinya berbeda karena ia bukan laki-laki kulit putih, sebagaimana tantangan yang sering dihadapi oleh politisi perempuan.

Selain bicara politik, Lemon juga memberikan komentar tajam terhadap penurunan rating CBS News pasca pengambilalihan editorial oleh Bari Weiss. Menurutnya, media kehilangan penonton karena gagal menyuarakan kebenaran secara objektif.

“Mereka kehilangan audiens inti. Orang-orang ingin kebenaran sekarang, mereka ingin orang-orang berani melawan otoritas. Banyak hal yang dilakukan administrasi Donald Trump secara objektif buruk bagi negara dan demokrasi,” tegasnya.

Ia pun memperingatkan mantan medianya, CNN, agar tidak mengikuti jejak CBS jika tidak ingin mengalami penurunan drastis yang sulit diperbaiki.

Analisis Strategis Asatunews.my.id:  Polarisasi Media dan Kekuasaan

Pernyataan Don Lemon ini memberikan gambaran baru mengenai polarisasi antara media dan kekuasaan di Amerika Serikat menjelang siklus politik 2028:

Tren pesohor media yang beralih ke politik bukan hal baru di AS, namun Lemon mencoba memposisikan dirinya sebagai antitesis langsung dari Donald Trump. Dengan latar belakang sebagai jurnalis senior yang kritis, ia berusaha membangun narasi “pemimpin yang berpijak pada objektivitas”, sebuah tawaran yang ditujukan bagi pemilih Demokrat yang kecewa dengan administrasi saat ini.

Tantangan terbesar Lemon adalah masa lalunya di CNN yang sering diwarnai kontroversi. Di panggung politik, setiap kata yang pernah ia ucapkan di layar kaca akan menjadi amunisi bagi lawan. Namun, klaimnya bahwa “orang tidak akan peduli lagi pada skandal lama” menunjukkan ia mencoba menggunakan taktik yang sama dengan Trump: mengabaikan kritik media lama untuk fokus pada basis massa.

Lemon dengan cerdik menghubungkan isu rating media (CBS dan CNN) dengan kondisi politik. Ini adalah strategi untuk menunjukkan bahwa ia memahami “denyut nadi” rakyat yang merasa dibohongi oleh sistem. Bagi Asatunews, ini menarik karena menunjukkan betapa industri media sangat berkelindan dengan stabilitas demokrasi.

Pengakuan Lemon mengenai aturan yang “berbeda” bagi laki-laki non-kulit putih dan perempuan mencerminkan realitas politik identitas di AS yang masih sangat kuat. Lemon tampak sedang mengetes ombak (testing the water) apakah publik AS siap menerima kandidat dari latar belakang media liberal yang sangat vokal terhadap isu rasial.

Meskipun tampak seperti lelucon bagi sebagian pihak, manuver Don Lemon ini menegaskan bahwa panggung politik AS 2028 akan semakin dipenuhi oleh tokoh-tokoh populer (populis) yang berasal dari luar lingkaran politik tradisional. *****

Endang Suherman
Endang Suhermanhttps://asatunews.my.id
Profesional media dan jurnalis spesialis isu Hukum, Politik, dan Geopolitik. Dengan keahliannya dalam mengelola informasi strategis dengan sentuhan teknologi digital modern, menyajikan berita dan analisis yang dibutuhkan publik. Fokus pada penyajian berita akurat di Asatunews dengan berbagai ekstensi

Related articles

Recent articles