Jakarta Masuk 15 Kota dengan Udara Terburuk di Dunia

Published:

JAKARTA, ASATUNEWS.MY.ID — Kualitas udara di DKI Jakarta pada Jumat (10/10) pagi kembali masuk daftar kota dengan udara terburuk di dunia. Berdasarkan data situs pemantau IQAir, Jakarta menempati peringkat ke-13 dengan kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

DLH DKI Jakarta Berupaya Tingkatkan Jumlah Stasiun Pemantau Udara

Pada pukul 06.10 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Jakarta tercatat di angka 102, dengan konsentrasi partikel halus PM2.5 yang melampaui ambang batas aman. Kondisi ini menandakan bahwa udara di ibu kota masih perlu perhatian serius, terutama bagi warga dengan gangguan pernapasan.

Sementara itu, tiga kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pada waktu yang sama adalah Kolkata, India dengan AQI 174, Lahore, Pakistan di urutan kedua dengan AQI 170, dan Hanoi, Vietnam di posisi ketiga dengan AQI 161.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto menyatakan, pihaknya terus berupaya memperbaiki sistem pemantauan udara dengan mencontoh sejumlah kota besar dunia. “Belajar dari kota lain, Bangkok memiliki 1.000 Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU), Paris memiliki 400 SPKU. Jakarta saat ini memiliki 111 SPKU dari sebelumnya hanya 5 unit. Ke depan kita akan menambah jumlahnya agar bisa melakukan intervensi yang lebih cepat dan akurat,” ujar Asep di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Asep, keterbukaan data menjadi faktor penting dalam memperbaiki kualitas udara secara sistematis. “Penyampaian data polusi udara harus lebih terbuka agar intervensi dapat dilakukan secara efektif,” katanya. Ia menambahkan bahwa penanganan pencemaran udara tidak cukup dengan intervensi sesaat, tetapi harus melalui langkah-langkah berkelanjutan dan luar biasa.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, DLH DKI Jakarta menargetkan penambahan 1.000 sensor kualitas udara berbiaya rendah (low-cost sensors) agar jangkauan pemantauan semakin luas dan hasilnya lebih akurat. (A-1)

Endang Suherman
Endang Suhermanhttps://asatunews.my.id
Profesional media dan jurnalis spesialis isu Hukum, Politik, dan Geopolitik. Dengan keahliannya dalam mengelola informasi strategis dengan sentuhan teknologi digital modern, menyajikan berita dan analisis yang dibutuhkan publik. Fokus pada penyajian berita akurat di Asatunews dengan berbagai ekstensi

Related articles

Recent articles