Samsung resmi memperkenalkan S90H OLED TV sebagai “Value King” tahun 2026. Dilengkapi fitur Glare Free, refresh rate 165Hz, dan prosesor NQ4 AI Gen3.
Raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung, resmi memperkenalkan lini televisi kelas atas terbarunya untuk tahun 2026, yakni seri S90H OLED TV. Diposisikan sebagai “Value OLED King”, perangkat ini hadir sebagai alternatif yang lebih terjangkau namun tetap membawa fitur-fitur esensial dari model flagship S95H.
Meskipun memiliki desain yang lebih sederhana dibandingkan kakaknya, S90H tetap dibekali dengan peningkatan paling krusial tahun ini, yakni lapisan Glare Free yang mampu meminimalisir pantulan cahaya pada layar secara signifikan.
Dikutip dari laporan SamMobile, Sabtu (4/4/2026), Samsung S90H akan tersedia dalam enam pilihan ukuran layar, mulai dari 42 inci, 48 inci, 55 inci, 65 inci, 77 inci, hingga yang terbesar 83 inci.
Samsung S90H ditenagai oleh prosesor NQ4 AI Gen3 yang sangat bertenaga. Prosesor ini menggunakan unit pemrosesan saraf (NPU) canggih untuk menjalankan fitur 4K AI Upscaling Pro, yang mampu meningkatkan kualitas konten beresolusi rendah menjadi setara 4K dengan tajam.
Bagi pecinta olahraga, TV ini dilengkapi dengan AI Soccer/Football Mode Pro yang mampu meningkatkan kecerahan warna rumput serta memperjelas suara komentator dan gemuruh penonton di stadion secara otomatis. Dukungan format HDR juga sangat lengkap, mencakup HDR10, HDR10+ Adaptive, hingga HLG.
Samsung S90H diprediksi akan menjadi incaran para gamer kelas berat. Layar ini mendukung Variable Refresh Rate (VRR) hingga 165Hz, jauh melampaui standar TV pada umumnya. Keunggulan teknis lainnya mencakup:
Dukungan penuh AMD FreeSync Premium Pro dan Nvidia G-Sync.
Empat port HDMI 2.1 untuk konektivitas konsol generasi terbaru.
Gaming Hub dan fitur AI Auto Game Mode untuk optimalisasi performa otomatis.
Dari sektor audio, Samsung menyematkan sistem speaker 2.1-channel berkekuatan 40W yang mendukung Dolby Atmos dan Q-Symphony. Fitur Object Tracking Sound Lite juga hadir untuk memberikan efek suara yang mengikuti pergerakan objek di layar.
Televisi ini menjalankan sistem operasi Tizen OS 10 dengan antarmuka One UI. Samsung menjanjikan dukungan pembaruan sistem operasi hingga tujuh generasi ke depan. Menariknya, Samsung juga mengintegrasikan asisten AI populer seperti Microsoft Copilot dan Perplexity langsung di dalam TV untuk membantu pengguna mencari informasi secara instan.
Analisis Strategis Asatunews.my.id: Implikasi Menarik bagi Perangkat Hiburan
Peluncuran Samsung S90H di tahun 2026 ini membawa beberapa implikasi menarik bagi industri perangkat hiburan rumah:
Penggunaan panel WRGB (dari LG Display) untuk ukuran kecil/ekstrim dan QD-OLED (dari Samsung Display) untuk ukuran populer (55-77 inci) menunjukkan strategi rantai pasok yang cerdas. Samsung tidak lagi membatasi diri pada satu teknologi panel demi memenuhi permintaan pasar global yang beragam di setiap segmen ukuran.
Dengan mendorong refresh rate hingga 165Hz, Samsung mencoba mengaburkan batasan antara “TV Ruang Tamu” dan “Monitor Gaming High-End”. Ini adalah langkah agresif untuk menarik segmen pengguna PC gaming yang menginginkan layar besar tanpa mengorbankan kelancaran transisi gambar.
Integrasi Microsoft Copilot dan Perplexity menunjukkan bahwa TV bukan lagi sekadar layar pasif. Samsung ingin menjadikan TV sebagai pusat informasi rumah tangga (hub AI) yang interaktif. Fitur Live Translate dan Now Brief mempertegas posisi Samsung yang ingin memimpin ekosistem Smart Home berbasis AI.
Janji pembaruan OS hingga tujuh generasi adalah game changer di industri TV. Selama ini, televisi sering dianggap sebagai perangkat yang cepat “ketinggalan zaman” dari sisi perangkat lunak. Langkah Samsung ini meningkatkan nilai investasi konsumen, menjadikan S90H pilihan yang sangat rasional (Value King) untuk jangka panjang.
Samsung S90H adalah bukti bahwa teknologi OLED telah mencapai titik kematangan di mana fitur-fitur premium kini bisa dinikmati dengan rasio harga dan performa yang jauh lebih seimbang. ****
