Jangan Terkecoh Klaim Kemasan, Dokter Spesialis Anak Minta Orang Tua Cermati Urutan Bahan Susu Formula

Published:

Dokter Spesialis Anak dr. Reza Fahlevi ingatkan orang tua untuk teliti membaca label susu formula. Hindari gula tambahan berlebih dan cek urutan komposisi bahan.

Memilih susu formula untuk anak tidak boleh sekadar berdasarkan merek atau janji manis pada kemasan. Orang tua dituntut untuk lebih kritis dalam memahami daftar komposisi produk demi memastikan kualitas nutrisi yang dikonsumsi buah hati setiap hari.

Dokter Spesialis Anak Konsultan, dr. Reza Fahlevi, Sp.A(K), menegaskan bahwa pemahaman mengenai kandungan utama dalam susu formula sangat krusial sebelum memberikannya sebagai nutrisi tambahan bagi anak.

Dikutip dari laporan Antara News, Rabu (8/4/2026), dr. Reza mengingatkan agar orang tua melihat daftar komposisi secara utuh, bukan hanya berhenti pada klaim iklan.

“Yang wajib dipahami justru komposisi produknya secara utuh. Karena dari situlah kita bisa melihat kualitas sumber nutrisi yang benar-benar dikonsumsi anak setiap hari,” ujarnya.

Panduan utama bagi orang tua adalah memperhatikan bahan yang berada di urutan pertama pada daftar komposisi. Bahan di urutan awal menunjukkan kandungan yang paling dominan dalam produk tersebut.

Jika susu segar tercantum di urutan pertama, hal itu menandakan formula tersebut mengandung susu segar utuh tanpa proses produksi yang terlalu panjang. Sebaliknya, orang tua perlu waspada jika bahan tambahan seperti gula berada di urutan atas.

Dr. Reza menyoroti beberapa bahan tambahan yang sering luput dari perhatian namun berdampak besar pada kesehatan anak:

Maltodekstrin: Karbohidrat olahan yang cepat dipecah tubuh menjadi gula.

Sirup Jagung: Sumber gula tambahan yang dapat meningkatkan asupan kalori harian.

Vanilin: Bahan perisa yang memperkuat rasa dan dapat membentuk preferensi anak terhadap makanan manis sejak dini.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri telah menekankan pentingnya pembatasan gula pada anak untuk mencegah risiko kesehatan jangka panjang serta masalah karies gigi yang saat ini angkanya masih cukup tinggi di Indonesia.

Meskipun susu formula menjadi pilihan lanjutan dalam kondisi tertentu, dr. Reza menekankan bahwa Air Susu Ibu (ASI) tetap merupakan sumber gizi paling ideal. ASI mengandung nutrisi yang mudah diserap serta antibodi alami yang tidak dimiliki oleh produk olahan manapun.

“Memilih susu formula bukan sekadar soal merek. Ini tentang memahami apa yang benar-benar masuk ke tubuh anak setiap hari. Sudah saatnya orang tua lebih teliti membaca label,” pungkasnya.

Analisis Strategis Asatunews.my.id: Berbagai Klaim

Pesan dari dr. Reza Fahlevi ini sangat relevan di tengah banjirnya produk susu formula dengan berbagai klaim pemasaran di pasar Indonesia:

Di Indonesia, masih banyak orang tua yang membeli susu berdasarkan “iklan TV” atau harga. Edukasi mengenai cara membaca label (urutan bahan terbanyak) adalah langkah besar menuju kedaulatan kesehatan keluarga. Ini membantu orang tua membedakan mana produk yang benar-benar “susu” dan mana yang didominasi “filler” atau gula.

Penekanan pada bahan seperti maltodekstrin dan sirup jagung menjawab keresahan mengenai tingginya angka karies gigi pada anak Indonesia. Paparan rasa manis berlebih sejak dini menciptakan kebiasaan makan yang buruk (picky eater terhadap makanan sehat), yang menjadi akar masalah obesitas anak di masa depan.

Poin mengenai “pemanasan berulang” memberikan wawasan baru bagi konsumen. Proses produksi yang panjang seringkali merusak mikronutrien alami dalam susu. Orang tua kini mulai diarahkan untuk mencari produk dengan proses yang lebih minimalis agar nutrisi tetap terjaga.

Narasi ini sejalan dengan program pemerintah untuk menurunkan angka stunting dan meningkatkan kesehatan balita. Memilih nutrisi tambahan yang tepat (jika ASI tidak memungkinkan) adalah bagian dari mitigasi malnutrisi yang harus dikawal oleh para profesional medis.

Beralihnya pola pikir orang tua dari “konsumen pasif” menjadi “pembaca label aktif” akan memaksa produsen untuk terus meningkatkan kualitas produk mereka demi generasi masa depan yang lebih sehat. ****

Endang Suherman
Endang Suhermanhttps://asatunews.my.id
Profesional media dan jurnalis spesialis isu Hukum, Politik, dan Geopolitik. Dengan keahliannya dalam mengelola informasi strategis dengan sentuhan teknologi digital modern, menyajikan berita dan analisis yang dibutuhkan publik. Fokus pada penyajian berita akurat di Asatunews dengan berbagai ekstensi

Related articles

Recent articles