Studi Universitas Oslo: Menyusui Selama 3 Bulan Bantu Ibu Cegah Kenaikan Berat Badan hingga 6,5 Kg

Published:

Studi Universitas Oslo mengungkap manfaat menyusui bagi ibu untuk mencegah kenaikan berat badan hingga 6,5 kg di masa depan. Simak penjelasan lengkapnya.

Memberikan air susu ibu (ASI) ternyata tidak hanya bermanfaat bagi tumbuh kembang bayi, tetapi juga memberikan perlindungan kesehatan jangka panjang bagi sang ibu. Sebuah studi terbaru dari Universitas Oslo, Norwegia, mengungkapkan bahwa ibu menyusui memiliki peluang lebih besar untuk menjaga berat badan ideal di masa depan.

Dikutip dari laporan News Medical melalui ANTARA, Senin (13/4/2026), penelitian ini menunjukkan bahwa wanita yang menyusui bayinya minimal selama tiga bulan cenderung mengalami penambahan berat badan yang jauh lebih sedikit dibandingkan mereka yang tidak menyusui atau hanya menyusui dalam waktu singkat.

Penelitian skala besar ini menggunakan data dari Studi Wanita dan Kesehatan yang melibatkan lebih dari 170.000 wanita di Norwegia. Uniknya, para peneliti memantau efek menyusui terhadap berat badan ibu hingga 50 tahun setelah mereka berhenti menyusui.

“Kami menemukan bahwa mereka yang menyusui selama 3 hingga 15 bulan rata-rata mengalami penambahan berat badan hingga 6,5 kilogram lebih sedikit dari usia dewasa muda hingga paruh baya,” ujar Thorbjørn Brun Skammelsrud, salah satu peneliti dari Departemen Nutrisi Universitas Oslo.

Temuan ini sangat mencolok pada kelompok wanita yang memiliki riwayat kelebihan berat badan atau obesitas sebelum masa kehamilan. Bagi wanita dengan berat badan normal saat dewasa muda, menyusui membantu mencegah penambahan berat badan sekitar 3 kilogram di masa tua.

Secara teoritis, menyusui meningkatkan pengeluaran energi tubuh secara alami. Namun, Skammelsrud memberikan catatan bahwa efeknya dapat bervariasi pada setiap individu.

“Menyusui meningkatkan pengeluaran energi, yang seharusnya berkontribusi pada penurunan berat badan. Namun, karena pengeluaran energi meningkat, beberapa wanita juga mungkin mengalami peningkatan nafsu makan,” jelasnya.

Oleh karena itu, meskipun menyusui memberikan efek protektif, pola makan yang seimbang tetap menjadi faktor pendukung yang penting.

Melihat hasil temuan yang baru saja diterbitkan di American Journal of Clinical Nutrition ini, para peneliti merekomendasikan agar pemberian ASI didukung oleh semua pihak, mulai dari keluarga hingga fasilitas publik.

Dukungan berkualitas bagi ibu menyusui dianggap sebagai investasi kesehatan masyarakat jangka panjang. Selain menunjang pertumbuhan anak, menyusui terbukti menjadi solusi alami bagi ibu untuk menjaga profil kesehatan fisik, khususnya dalam mengontrol berat badan hingga usia paruh baya.

Analisis Redaksi Asatunews.my.id:  Temuan Medis

Selama ini menyusui sering kali hanya dikaitkan dengan penurunan berat badan instan (pasca melahirkan). Namun, studi ini memberikan bukti baru bahwa manfaatnya bersifat long-term (jangka panjang) hingga puluhan tahun ke depan, yang merupakan temuan medis yang signifikan.

 Penekanan bahwa manfaat terbesar dirasakan oleh wanita yang memiliki kecenderungan obesitas sebelum hamil menunjukkan bahwa menyusui dapat menjadi salah satu bentuk intervensi kesehatan publik untuk menekan angka obesitas pada wanita di usia paruh baya.

Berita ini secara jujur menyertakan sisi lain bahwa menyusui meningkatkan nafsu makan. Hal ini penting agar pembaca tidak terjebak dalam ekspektasi berlebih bahwa menyusui secara otomatis membuat kurus tanpa memperhatikan pola makan.

Artikel ini mendorong terciptanya ekosistem yang mendukung ibu menyusui (ruang laktasi, dukungan lingkungan kerja). Dukungan tersebut bukan lagi sekadar tren gaya hidup, melainkan kebutuhan medis demi kesehatan ibu dan anak yang berkelanjutan. *****

Endang Suherman
Endang Suhermanhttps://asatunews.my.id
Profesional media dan jurnalis spesialis isu Hukum, Politik, dan Geopolitik. Dengan keahliannya dalam mengelola informasi strategis dengan sentuhan teknologi digital modern, menyajikan berita dan analisis yang dibutuhkan publik. Fokus pada penyajian berita akurat di Asatunews dengan berbagai ekstensi

Related articles

Recent articles