Apa itu teknologi REEV? Simak cara kerja Range-Extended Electric Vehicle yang menjadi solusi ‘range anxiety’ di Indonesia, seperti pada Changan Deepal S05.
Transisi menuju era kendaraan ramah lingkungan di Indonesia menghadapi tantangan besar, terutama terkait keterbatasan infrastruktur pengisian daya dan kecemasan masyarakat akan jarak tempuh (range anxiety). Di tengah perdebatan antara mobil listrik murni (BEV) dan mesin konvensional (ICE), teknologi Range-Extended Electric Vehicle (REEV) muncul sebagai jalan tengah yang revolusioner.
Dikutip dari laporan Kompas.com, Senin (20/4/2026), REEV merupakan jenis sistem penggerak yang mengawinkan motor listrik sebagai penggerak utama dengan mesin pembakaran internal (ICE) yang berfungsi khusus sebagai generator listrik. Teknologi ini serupa dengan konsep e-Smart Hybrid yang telah dipopulerkan oleh Nissan.
Berbeda dengan mobil hybrid konvensional, mesin bensin pada sistem REEV tidak terhubung langsung ke roda. Tugas utamanya hanyalah mengisi daya baterai atau menyuplai listrik langsung ke motor penggerak saat kapasitas baterai mulai menipis.
Hal ini memungkinkan pengendara tetap merasakan sensasi berkendara mobil listrik yang senyap dan responsif, namun dengan jangkauan jarak yang jauh lebih luas dibandingkan mobil listrik berbasis baterai biasa.
Sistem REEV memiliki beberapa mode operasional yang fleksibel:
Electric Mode: Beroperasi 100% menggunakan daya baterai.
Range-Extending Mode: Mesin aktif otomatis sebagai generator saat baterai rendah untuk memastikan perjalanan tidak terhenti.
Regenerative Braking Mode: Mengubah energi pengereman menjadi daya listrik.
Camping Mode: Memungkinkan sistem tetap menyuplai listrik meski mobil dalam posisi diam, sangat berguna untuk kebutuhan daya tambahan di luar ruangan.
Teknologi ini dinilai sangat relevan untuk pasar otomotif Tanah Air. Changan Indonesia melalui model Deepal S05 akan menjadi pelopor yang memperkenalkan teknologi REEV pertama di Indonesia.
“Sebenarnya, REEV itu sebagai jawaban akan kekhawatiran konsumen atau masyarakat akan jangkauan, dari range anxiety itu. Jadi, ini mungkin kesempatan kita untuk memberikan pilihan seperti itu,” ujar Ridjal Mulyadi, Head of Marketing Changan Indonesia, saat ditemui di Chongqing, China, Minggu (19/4/2026).
Dengan kombinasi efisiensi mobil listrik dan kebebasan jarak tempuh layaknya mobil bensin, REEV menjadi opsi rasional bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan energi baru tanpa harus mengubah gaya hidup mobilitas mereka.
Analisis Strategis Asatunews.my.id: Babak Baru Elektrifikasi
Kehadiran teknologi REEV melalui Changan Deepal S05 di tahun 2026 menandai babak baru dalam strategi elektrifikasi di Indonesia:
Memecahkan Kebuntuan Psikologis: Hambatan terbesar adopsi mobil listrik di Indonesia bukan lagi sekadar harga, melainkan ketidaksiapan mental menghadapi antrean di SPKLU atau kehabisan daya di tengah jalan tol. REEV menghapus ketakutan tersebut karena pengguna tetap bisa mengisi bensin jika tidak menemukan tempat pengisian daya listrik.
Jembatan Infrastruktur: Selama jumlah SPKLU belum merata di seluruh pelosok Indonesia, REEV adalah solusi paling logis. Teknologi ini memberikan emisi yang lebih rendah dibandingkan mobil hybrid biasa, namun memberikan kemandirian energi yang lebih tinggi dibanding BEV murni untuk perjalanan luar kota.
Efisiensi Mesin yang Optimal: Karena mesin bensin hanya bekerja sebagai generator (berjalan pada putaran mesin atau RPM yang stabil dan efisien), konsumsi bahan bakarnya jauh lebih irit dibandingkan mesin ICE yang harus bekerja keras memutar roda secara langsung di berbagai kondisi jalan.
Dukungan Gaya Hidup Outdoor: Fitur seperti Camping Mode menunjukkan bahwa mobil listrik masa depan tidak hanya dipandang sebagai alat transportasi, tetapi juga sebagai sumber energi berjalan (power bank raksasa). Ini akan menarik minat segmen pasar pecinta petualangan yang selama ini ragu menggunakan mobil listrik murni ke wilayah pelosok.
REEV adalah “obat penenang” bagi pasar otomotif Indonesia yang sedang bertransisi. Ini adalah teknologi yang memungkinkan menikmati masa depan (listrik) tanpa harus meninggalkan kenyamanan masa lalu (bensin). *****
