Studi terbaru mengungkap konsumsi telur rutin dapat menjaga kesehatan otak dan memperlambat penurunan fungsi kognitif, terutama pada perempuan lansia.
Telur selama ini dikenal luas sebagai sumber protein yang terjangkau dan berkualitas. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa manfaat bahan pangan ini jauh lebih besar, khususnya dalam menjaga kesehatan otak dan memperlambat penurunan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.
Dikutip dari Kompas.com yang menyadur Real Simple, Minggu (3/6/2026), sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients pada Agustus 2024 menemukan kaitan erat antara konsumsi telur dengan kemampuan berpikir pada orang lanjut usia (lansia), terutama perempuan. Hasil riset tersebut menunjukkan bahwa peserta yang mengonsumsi dua hingga empat butir telur per minggu mengalami penurunan kognitif yang jauh lebih lambat dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya.
Manfaat signifikan telur bagi otak berasal dari kandungan nutrisi mikro yang melimpah, seperti vitamin B6, B12, folat, dan kolin. Di antara nutrisi tersebut, kolin menjadi senyawa yang paling disorot oleh para ahli.
Kolin berperan penting dalam memproduksi asetilkolin, sebuah neurotransmitter yang berfungsi dalam proses belajar dan penyimpanan daya ingat. Mengingat kebutuhan kolin harian orang dewasa mencapai sekitar 425 miligram untuk perempuan, mengonsumsi satu butir telur besar yang mengandung 147 miligram kolin merupakan cara praktis untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Selain kolin, telur juga kaya akan lutein dan zeaxanthin. Meskipun selama ini kedua senyawa tersebut lebih dikenal untuk kesehatan mata, penelitian terbaru mengindikasikan bahwa keduanya mampu melindungi sel-sel otak. Antioksidan ini berpotensi menurunkan risiko penurunan fungsi kognitif serta membantu memperlambat perkembangan penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.
Meski telur menawarkan manfaat besar, para ahli tetap mengingatkan bahwa kesehatan otak yang optimal memerlukan pendekatan holistik. Pola makan seimbang, olahraga rutin, tidur yang cukup, dan aktivitas sosial tetap menjadi pilar utama dalam menjaga fungsi otak tetap tajam di masa tua.
Analisis Strategis Asatunews.my.id: Fungsi Kognitif
Data mengenai manfaat telur bagi fungsi kognitif ini memberikan beberapa poin analisis penting:
Solusi Nutrisi Murah untuk Lansia: Di tengah meningkatnya biaya suplemen kesehatan, telur muncul sebagai “superfood” yang ekonomis. Bagi pemerintah dan pengambil kebijakan kesehatan, kampanye konsumsi telur bisa menjadi strategi preventif untuk menekan angka gangguan kognitif pada populasi lansia yang terus bertumbuh.
Fokus pada Kesehatan Mental Perempuan: Temuan bahwa efek ini lebih signifikan pada perempuan memberikan petunjuk bagi praktisi nutrisi untuk menyusun menu diet spesifik gender, mengingat risiko demensia dan Alzheimer sering kali lebih tinggi pada kelompok perempuan lansia.
Pergeseran Paradigma Kolesterol: Studi ini semakin memperkuat pergeseran pandangan medis lama yang sempat membatasi konsumsi telur karena isu kolesterol. Fokus kini beralih pada manfaat mikronutrisi (seperti kolin dan lutein) yang dampak positifnya terhadap otak melampaui kekhawatiran risiko lipid pada sebagian besar populasi.
Inovasi Industri Pangan: Adanya data ini memberikan peluang bagi industri food and beverage untuk mempromosikan produk olahan telur dengan label “Ramah Otak” atau Brain-Boosting Food, selaras dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan mental dan fungsi saraf. *****
