Gandrungi Skripnya, Luna Maya Jadi Eksekutif Produser Film ‘Jangan Buang Ibu’

Published:

Luna Maya menjadi eksekutif produser film ‘Jangan Buang Ibu’. Simak alasan istri Maxime Bouttier ini tertarik menggarap film yang dibintangi Nirina Zubir tersebut.

Artis peran Luna Maya kembali memperkuat eksistensinya di balik layar industri sinema tanah air. Kali ini, ia dipercaya menjabat sebagai eksekutif produser untuk film terbaru produksi Leo Pictures yang berjudul Jangan Buang Ibu.

Dikutip dari Kompas.com, Sabtu (9/5/2026), istri dari Maxime Bouttier ini mengungkapkan bahwa ketertarikannya bergabung dalam proyek garapan sutradara Hadrah Daeng Ratu tersebut bermula sejak pertama kali membaca naskahnya. Luna mengaku jatuh cinta pada alur cerita yang ditawarkan oleh produser Leo Pictures, Agung Saputra.

“Saat baca Jangan Buang Ibu, benar-benar dari baca skripnya saja aku suka banget dan rasanya berbeda dari yang sudah pernah aku tonton,” ujar Luna Maya dalam acara showcase Leo Pictures di Central Park, Jakarta Barat.

Luna Maya menekankan bahwa film ini memiliki pendekatan yang unik dibandingkan film bertema keluarga atau sosok ibu pada umumnya. Bahkan, Luna yang mengaku awalnya sempat skeptis akan merasa sedih, justru tidak kuasa menahan tangis saat menonton hasil akhirnya.

“Dari baca skripnya dan pas nonton aku bilang enggak bakal nangis awalnya. Dalam hati mikir, sesedih apa sih? Eh ternyata iya, mewek,” tambah Luna.

Selain Luna Maya, aktris Yasmin Napper juga turut terlibat sebagai eksekutif produser dalam film ini. Proyek ini juga bertabur bintang papan atas, di antaranya Nirina Zubir, Dwi Sasono, Refal Hady, Amanda Manopo, hingga Erika Carlina.

Jangan Buang Ibu mengangkat kisah emosional tentang Ristiana, seorang ibu tunggal yang harus berjuang menghadapi keretakan hubungan dengan anak-anaknya. Konflik memuncak ketika anak-anak yang dibesarkannya dengan penuh perjuangan justru menitipkannya di panti wreda pada masa tuanya.

Bagi para pencinta film drama keluarga, film ini dijadwalkan mulai menyapa penonton di seluruh bioskop Indonesia pada 25 Juni 2026 mendatang.

Analisis Strategis Asatunews.my.id: Tren Penting

Keterlibatan Luna Maya dalam film Jangan Buang Ibu menandai beberapa tren penting dalam industri perfilman Indonesia tahun 2026:

Ekspansi Peran Aktor: Tren aktor papan atas yang merambah kursi produser semakin kuat. Hal ini menunjukkan bahwa figur publik seperti Luna Maya tidak hanya menjual nama besar di depan kamera, tetapi juga memiliki intuisi bisnis dan kontrol kreatif atas konten yang ingin mereka sampaikan kepada audiens.

Kekuatan Narasi Domestik: Drama keluarga dengan isu-isu sensitif seperti penelantaran orang tua di panti wreda tetap menjadi magnet emosional bagi penonton Indonesia. Pendekatan “berbeda” yang dijanjikan Luna Maya menunjukkan adanya upaya penyegaran formula tear-jerker agar tidak klise.

Strategi “Ensemble Cast”: Menyatukan nama-nama besar seperti Nirina Zubir, Refal Hady, dan Amanda Manopo dalam satu proyek adalah strategi pemasaran yang solid untuk menjaring berbagai basis penggemar dari lintas generasi dan genre.

Optimalisasi Jadwal Tayang: Memilih tanggal rilis 25 Juni adalah langkah strategis untuk memanfaatkan momen libur sekolah dan pertengahan tahun, di mana tingkat kunjungan ke bioskop biasanya mengalami peningkatan signifikan. ****

Endang Suherman
Endang Suhermanhttps://asatunews.my.id
Profesional media dan jurnalis spesialis isu Hukum, Politik, dan Geopolitik. Dengan keahliannya dalam mengelola informasi strategis dengan sentuhan teknologi digital modern, menyajikan berita dan analisis yang dibutuhkan publik. Fokus pada penyajian berita akurat di Asatunews dengan berbagai ekstensi

Related articles

Recent articles