LG resmi memperkenalkan UltraGear 25G590B, monitor gaming Full HD pertama di dunia dengan refresh rate native 1.000 Hz tanpa perlu menurunkan resolusi layar.
Perusahaan teknologi multinasional, LG, kembali membuat gebrakan besar di industri gawai layar dengan memperkenalkan monitor gaming terbaru bernama LG UltraGear 25G590B. Perangkat visual ini diklaim sebagai monitor gaming Full HD pertama di dunia yang dibekali kecepatan refresh rate native hingga menyentuh angka 1.000 Hz.
Dikutip dari laporan KompasTekno melalui TechSpot, Kamis (21/5/2026), dukungan spesifikasi ekstrem tersebut memungkinkan visual pergerakan objek pada konten terlihat sangat mulus, terutama saat layar digunakan untuk memainkan game kompetitif dengan intensitas tinggi.
Sebagai perbandingan, monitor gaming modern yang beredar di pasaran saat ini umumnya baru menawarkan tingkat refresh rate di kisaran 144 Hz hingga 360 Hz. Oleh sebab itu, kehadiran teknologi kecepatan penyegaran 1.000 Hz pada lini anyar LG ini menjadi sebuah lompatan teknologi yang sangat masif bagi ekosistem industri komputer gaming.
Pihak manajemen LG menegaskan bahwa UltraGear 25G590B mampu menghadirkan resolusi Full HD (1.920 x 1.080 piksel) secara konsisten bersamaan dengan refresh rate native 1.000 Hz tanpa perlu menurunkan ketajaman resolusi layar sama sekali.
Konsep teknis ini membedakan produk LG dari beberapa purwarupa monitor 1.000 Hz lain yang sudah sempat diperkenalkan ke publik sebelumnya, seperti Samsung Odyssey G6 atau Acer Predator XB273U. Kedua monitor kompetitor tersebut tercatat baru bisa mencapai kecepatan refresh 1.000 Hz ketika resolusi tampilan layarnya sengaja dipangkas turun menjadi format 720p.
LG mengeklaim bahwa kemampuan performa native inilah yang membuat para pemain gim (gamer) profesional dapat bertanding dalam kondisi visual yang stabil tanpa harus mengorbankan kualitas grafis gambar.
Secara fisik, LG UltraGear 25G590B mengusung panel IPS berukuran 24,5 inci. Meski ukuran diagonal ini tergolong ringkas dibandingkan tren monitor gaming modern saat ini, ukuran tersebut dianggap paling ideal untuk kebutuhan atlet esports karena seluruh area sudut layar dapat dijangkau oleh fokus mata tanpa memaksa kepala banyak bergerak.
Untuk meminimalkan efek buram, LG menyematkan teknologi Motion Blur Reduction Pro agar objek bergerak cepat tetap tajam dan mudah dilacak. Permukaan layarnya pun sudah dilapisi lapisan low-reflection guna meminimalkan pantulan cahaya lampu ruangan.
Tak ketinggalan, integrasi kecerdasan buatan (AI) turut dibenamkan lewat fitur AI Scene Optimization yang secara otomatis mampu menyesuaikan setelan kecerahan dan kontras gambar berdasarkan genre game yang sedang dimainkan. Ada pula fitur AI Sound untuk mengoptimalkan efek audio spasial dan memperjelas suara komunikasi tim saat pengguna menggunakan headset yang kompatibel.
Secara ergonomis, monitor ini mendukung fleksibilitas pengaturan posisi mulai dari tilt, swivel, hingga height adjustment. Bagian tiang penyangga turut dilengkapi indikator kalibrasi khusus agar pengguna dapat mengatur posisi sudut pandang layar secara konsisten saat dipindahkan dari satu tempat ke arena turnamen esports.
Hingga berita ini diturunkan, LG masih menyimpan rapat rincian teknis sekunder lainnya seperti tingkat kecerahan maksimal (brightness) maupun waktu respons (response time). Kisaran harga resmi perangkat gahar ini juga belum diungkapkan ke publik. Namun yang pasti, LG UltraGear 25G590B dijadwalkan mulai dipasarkan secara komersial di sejumlah negara pada paruh kedua tahun 2026 sebelum diperluas ke pasar global secara bertahap.
Analisis Strategis Asatunews.my.id: Perebutan Takhta
Langkah penetrasi LG lewat seri UltraGear 25G590B mengindikasikan babak baru perebutan takhta teknologi display global di pertengahan tahun 2026:
Standar Baru Mutlak Sektor Esports: Angka 1.000 Hz native bukan sekadar strategi pemasaran kosmetik, melainkan kebutuhan riil bagi skena kompetitif tingkat tinggi di mana perbedaan milidetik menentukan kemenangan. Kemampuan mempertahankan resolusi Full HD 1080p tanpa interpolasi atau penurunan resolusi (downscaling) memposisikan LG satu langkah di depan Samsung dan Acer dalam hal optimalisasi pengontrol daya dan pengolahan matriks piksel panel.
Segmentasi Pasar yang Sangat Spesifik: Keputusan mempertahankan ukuran panel di rentang 24,5 inci menunjukkan pemahaman mendalam LG terhadap psikologi bertanding atlet esports. Di saat pasar konsumen umum bergerak ke arah layar melengkung berukuran lebar (ultrawide), segmen profesional tetap membutuhkan layar ringkas datar dengan densitas piksel padat guna mempertahankan waktu reaksi mata secara maksimal.
Tantangan Adopsi Perangkat Keras Komplementer: Meskipun monitor ini mampu berjalan di tingkat 1.000 Hz, tantangan terbesar justru berada di sisi kartu grafis (GPU) dan prosesor (CPU) komputer pengguna. Diperlukan spesifikasi kartu grafis kasta tertinggi generasi terbaru di tahun 2026 untuk mampu memproduksi keluaran bingkai gambar (framerate) hingga 1.000 fps agar selaras dengan kemampuan penyegaran monitor ini secara sempurna. *****
