Setelah 11 tahun sejak Blood and Wine, CD Projekt resmi mengumumkan ekspansi ketiga The Witcher 3 berjudul Songs of the Past. Simak info lengkapnya!
Dunia industri game dikejutkan oleh pengumuman tidak terduga dari developer raksasa asal Polandia, CD Projekt Red. Melalui pernyataan resminya, mereka mengumumkan kehadiran ekspansi (downloadable content/DLC) ketiga untuk game RPG legendaris mereka yang telah terjual lebih dari 60 juta kopi, The Witcher 3: Wild Hunt. Ekspansi terbaru ini akan mengusung judul resmi Songs of the Past.
Langkah ini terbilang sangat tidak biasa dan monumental dalam sejarah industri game modern. Bagaimana tidak? Songs of the Past dijadwalkan meluncur pada tahun 2027 mendatang. Jadwal rilis tersebut berjarak tepat 12 tahun setelah game utamanya pertama kali meluncur pada 2015, serta terpaut 11 tahun dari ekspansi besar keduanya, Blood and Wine, yang dirilis pada 2016 silam.

Kembalinya Geralt of Rivia dan Kolaborasi Pengembang Veteran
Dalam catatan persnya, CD Projekt mengungkapkan bahwa pengerjaan ekspansi ini dilakukan melalui kolaborasi bersama studio Fool’s Theory. Studio tersebut bukan lah nama asing, melainkan sebuah tim yang diisi oleh para veteran industri yang dahulu ikut membidani lahirnya The Witcher 3.
Melalui ekspansi Songs of the Past, para pemain akan kembali berperan sebagai pemburu monster legendaris, Geralt of Rivia, untuk mengarungi sebuah petualangan yang sepenuhnya baru. Game ini dipastikan akan mendarat di platform generasi terbaru, yakni PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan juga PC.
Meskipun pengumuman ini sempat bocor sehari lebih awal dari rencana semula akibat ketidaksengajaan pada sistem RED Launcher mereka, konfirmasi ini langsung memvalidasi berbagai rumor yang sempat beredar di internet. Salah satu rumor hangat yang beredar bahkan sempat menyebutkan bahwa petualangan baru Geralt kali ini akan mengambil latar tempat wilayah gersang eksotis dengan gaya distopia mirip semesta film ‘Dune’.
Detail lebih mendalam mengenai jalan cerita dan mekanisme permainan Songs of the Past dijanjikan baru akan dibuka ke publik pada akhir musim panas tahun 2026 ini.
Catatan Penting: Spesifikasi PC Bakal Naik!
Bersamaan dengan pengumuman konten baru ini, CD Projekt memberikan peringatan penting bagi para pengguna PC melalui akun media sosial mereka. Demi memastikan performa yang mulus serta kompatibilitas sistem di masa depan, CD Projekt menyatakan akan memperbarui standar minimum spesifikasi sistem (system requirements) untuk The Witcher 3. Aturan spesifikasi baru yang lebih tinggi ini akan mulai diberlakukan secara efektif sejak pembaruan (update) berikutnya digulirkan.
Langkah ini diambil di tengah padatnya lini produksi CD Projekt. Selain menggarap ekspansi darurat ini, mereka juga tengah sibuk mengembangkan The Witcher 4 (yang juga paling cepat rilis tahun 2027) dalam sebuah rencana peta jalan ambisius enam tahun ke depan, yang nantinya juga mencakup proyek The Witcher 5 dan The Witcher 6.
Sementara itu, bagi pencinta dunia distopia Cyberpunk, CD Projekt menegaskan tidak akan ada lagi DLC baru untuk game pertamanya. Penggemar harus menunggu sekuel Cyberpunk 2 yang diperkirakan baru akan rampung paling cepat tahun 2030 mendatang. Namun sebagai pengipur lara, sebuah panel khusus untuk serial animasi Cyberpunk: Edgerunners 2 dipastikan akan digelar di ajang Anime Expo di Los Angeles pada 3 Juli 2026 nanti.
Analisis: Apa Arti Pengumuman ‘The Witcher 3: Songs of the Past’ bagi Gamer di Indonesia?
Pengumuman ekspansi terbaru dari salah satu game RPG terbaik sepanjang masa ini membawa beberapa dampak psikologis dan teknis yang cukup signifikan bagi komunitas gamer di Indonesia:
1. Dilema Spesifikasi PC untuk Komunitas Gamer Lokal
Peringatan CD Projekt mengenai kenaikan spesifikasi sistem (system requirements) menjadi catatan merah bagi gamer PC di Indonesia. Di Indonesia, The Witcher 3 merupakan salah satu game “wajib” yang sangat populer karena terkenal ramah terhadap PC kelas menengah ke bawah (low-to-mid spec) berkat optimalisasi matang dari patch versi lawasnya. Dengan adanya kepastian kenaikan standar spesifikasi pada pembaruan mendatang, banyak gamer lokal yang terancam harus melakukan upgrade komponen hardware (seperti kartu grafis atau RAM) jika ingin menikmati ekspansi Songs of the Past dengan lancar.
2. Strategi “Bernostalgia” Ditengah Mahalnya Game Baru
Dengan harga game-game AAA baru yang kini menyentuh angka mendekati Rp1 juta di platform seperti Steam maupun PlayStation Store, keputusan menghidupkan kembali game lama lewat DLC adalah angin segar. Bagi gamer di Indonesia yang mayoritas sudah memiliki game dasar (base game) The Witcher 3 di akun mereka, membeli sebuah DLC ekspansi umumnya jauh lebih hemat secara ekonomi dibandingkan harus membeli game baru yang belum tentu memiliki kualitas cerita sepadan. Langkah CD Projekt ini diprediksi akan memicu tren install ulang The Witcher 3 massal di rental-rental PS5 maupun PC kamar para gamer tanah air untuk menyambut info lanjutannya di akhir tahun 2026.
3. Standar Baru Loyalitas Developer yang Mengedukasi Pasar Indonesia
Komunitas game di Indonesia sering kali mengeluhkan tren industri modern di mana sebuah game cepat ditinggalkan oleh developernya demi merilis sekuel baru demi keuntungan instan. Langkah CD Projekt yang masih sudi memberikan ekspansi konten cerita berskala besar pada game berusia satu dekade lebih memberikan pelajaran berharga mengenai arti loyalitas produk. Hal ini berpotensi meningkatkan standar ekspektasi para gamer Indonesia terhadap developer lain, sekaligus semakin memperkuat basis penggemar fanatik Geralt of Rivia di dalam negeri yang merasa uang yang mereka investasikan bertahun-tahun lalu masih terus dihargai dengan konten segar. Source
