DENPASAR, ASATUNEWS.MY.ID – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. IGNG Ngoerah Denpasar mengambil tindakan tegas dengan mengembalikan sejumlah dokter peserta didik (co-assistant/koas) ke Universitas Udayana. Tindakan ini dilakukan setelah para koas tersebut diduga terlibat dalam komentar tidak pantas di media sosial yang menyangkut kematian mahasiswa FISIP Unud, TAS (22). Plt. Direktur Utama RS Ngoerah, dr. I Wayan Sudana, menegaskan, “RS Ngoerah mengambil tindakan tegas untuk mengembalikan peserta didik tersebut ke Universitas Udayana untuk dilakukan pendalaman dan investigasi,” karena dinilai mencoreng nama baik institusi.
Tindakan tegas diambil setelah oknum peserta didik kedokteran itu mengeluarkan komentar tidak pantas di media sosial terkait kematian mahasiswa FISIP Unud.
Sudana menyatakan bahwa status mereka hanyalah peserta didik, bukan karyawan rumah sakit, sehingga tidak dapat mewakili RS Ngoerah. Ia juga mengancam akan memberikan sanksi tegas jika investigasi membuktikan pelanggaran. “Jika nantinya terbukti yang bersangkutan melakukan tindakan pelanggaran etika dan atau perundungan, maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tambahnya.
Komentar nir-empati yang memicu kemarahan publik ini muncul setelah TAS meninggal dunia akibat jatuh dari lantai dua gedung FISIP Unud pada Rabu (15/10/2025). Universitas Udayana telah membentuk satuan tugas khusus untuk menangani kasus ini dan menegaskan bahwa komentar tersebut bukanlah penyebab kematian TAS, karena diberikan setelah kejadian. Sementara itu, penyebab pasti kematian TAS masih dalam penyelidikan kepolisian. (A-1)
