Industri asuransi nasional menghadapi tuntutan yang semakin besar untuk menjaga kesehatan keuangan, memperkuat tata kelola, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat di tengah dinamika ekonomi serta perubahan regulasi. Dalam situasi tersebut, perusahaan yang mampu mempertahankan pertumbuhan berkelanjutan sekaligus mengelola risiko dinilai memiliki daya saing yang lebih kuat dibanding para pesaingnya.
Sebanyak 56 perusahaan asuransi dan reasuransi dinobatkan sebagai perusahaan terbaik dalam ajang Investortrust Best Insurance Award 2026 yang digelar di Glass House, The Habitate, Jakarta, Kamis (30/7/2026). Secara keseluruhan, panitia menyerahkan 58 penghargaan yang diberikan berdasarkan penilaian atas kinerja keuangan, pertumbuhan bisnis, tata kelola perusahaan, serta efektivitas manajemen risiko sepanjang periode 2021–2025.
Mengusung tema “Governance, Risk Management, and Compliance”, penghargaan tersebut diselenggarakan oleh Investortrust.id sebagai portal data dan berita ekonomi independen. Proses penilaian dilakukan oleh tim juri independen yang diketuai S Budisuharto dengan anggota Kapler Marpaung dan Tri Djoko Santoso.
Chief Executive Officer PT Investortrust Indonesia Sejahtera sekaligus Publisher Investortrust.id, Primus Dorimulu, mengatakan penghargaan tahun ini diberikan kepada perusahaan yang mampu menunjukkan fundamental bisnis yang sehat dan konsisten di tengah tantangan industri.
“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada perusahaan asuransi yang menunjukkan kinerja keuangan yang baik, pertumbuhan yang konsisten, serta manajemen risiko yang efektif selama periode 2021–2025. Seluruh penilaian dilakukan berdasarkan analisis data keuangan dan metodologi pemeringkatan yang ketat,” ujar Primus.
Dari total penghargaan yang diberikan, terdapat 13 perusahaan asuransi jiwa, 19 perusahaan asuransi umum, satu perusahaan reasuransi, serta 26 penghargaan khusus yang diberikan kepada perusahaan maupun lembaga dengan pencapaian tertentu.
Tiga perusahaan berhasil mencatat prestasi paling menonjol dengan membawa pulang dua penghargaan sekaligus, yakni PT Prudential Life Assurance, PT Asuransi Astra, dan PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk.
Pada kategori asuransi jiwa, perusahaan-perusahaan yang tampil sebagai pemimpin berdasarkan kelompok aset antara lain PT BNI Life Insurance, PT Zurich Topas Life, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, dan PT Prudential Life Assurance untuk kelompok aset di atas Rp25 triliun.
Sementara pada kelompok aset Rp10 triliun hingga Rp25 triliun, penghargaan diraih PT Panin Dai-ichi Life, PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk, PT Sun Life Financial Indonesia, serta PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia.
Untuk kelompok aset Rp5 triliun hingga Rp10 triliun, penghargaan diberikan kepada PT Asuransi Jiwa Astra, sedangkan kategori aset Rp1 triliun hingga Rp5 triliun dimenangkan PT Asuransi Ciputra Indonesia, PT MNC Life Assurance, PT Asuransi Jiwa BCA, dan PT Equity Life Indonesia.
Di sektor asuransi umum, penghargaan untuk kelompok aset di atas Rp5 triliun diraih PT Asuransi Astra, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk, PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk, dan PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk.
Sementara itu, PT Asuransi Umum BCA, PT Asuransi Wahana Tata, PT Asuransi Tokio Marine Indonesia, dan PT Lippo General Insurance Tbk menjadi yang terbaik pada kategori aset Rp2 triliun hingga Rp5 triliun.
Untuk kategori aset Rp1 triliun hingga Rp2 triliun, penghargaan diberikan kepada PT AIG Insurance Indonesia, PT Asuransi Umum Seainsurance, PT Asuransi Umum Mega, dan PT China Taiping Insurance Indonesia.
Adapun kategori aset Rp500 miliar hingga Rp1 triliun dimenangkan PT Kookmin Best Insurance Indonesia, PT Asuransi Bintang Tbk, PT Asuransi Binagriya Upakara, serta PT Asuransi Umum Bumiputera 1967.
Sedangkan kelompok aset Rp250 miliar hingga Rp500 miliar diraih PT Asuransi Artarindo, PT Victoria Insurance Tbk, dan PT Asuransi Digital Bersama Tbk.
Pada kategori reasuransi, PT Tugu Reasuransi Indonesia dinobatkan sebagai perusahaan terbaik.
Selain penghargaan utama, Investortrust juga memberikan 25 penghargaan khusus kepada perusahaan yang dinilai memiliki keunggulan spesifik dalam berbagai aspek, mulai dari pertumbuhan aset, pertumbuhan premi, pengelolaan investasi, inovasi underwriting, hingga penguatan tata kelola perusahaan.
Di sektor reasuransi, penghargaan khusus diberikan kepada PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk, PT Indoperkasa Suksesjaya Reasuransi, dan PT Reasuransi Maipark Indonesia. Sementara itu, BPJS Ketenagakerjaan memperoleh Institutional Asset Growth Catalyst Award, sedangkan BPJS Kesehatan menerima National Health & Universal Coverage Award atas kontribusinya dalam memperluas perlindungan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.
Seleksi Ketat Berbasis Kinerja
Ketua Tim Juri S Budisuharto menjelaskan seluruh peserta harus melewati proses seleksi yang ketat sebelum masuk tahap pemeringkatan.
Persyaratan awal meliputi laporan keuangan 2025 yang telah diaudit sesuai PSAK 117 tanpa opini disclaimer, memiliki ekuitas minimal Rp100 miliar, memenuhi batas minimum aset sesuai jenis usaha, tidak mengalami kerugian sepanjang 2025, memiliki tingkat solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) minimal 120 persen sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta tidak berada dalam status pengawasan khusus, run-off, maupun masa transisi.
Perusahaan yang lolos seleksi awal kemudian dinilai menggunakan 17 indikator, di antaranya pertumbuhan aset, ekuitas, investasi, premi, laba bersih, hasil underwriting, Return on Asset (ROA), Return on Equity (ROE), Total Asset Turnover (TATO), pangsa pasar premi, rasio kecukupan investasi, hingga tingkat Risk Based Capital.
“Harapan kami, ajang pemeringkatan dan penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh pelaku industri asuransi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pemegang polis sekaligus menjadi tolok ukur bagi perusahaan lain dalam memperkuat daya saing dan kinerja bisnisnya,” ujar S Budisuharto.
