JAKARTA, ASATUNEWS.MY.ID – Komisi Percepatan Reformasi Polri yang baru dibentuk Presiden Prabowo Subianto akan menggelar rapat perdana pada Senin (10/11/2025) di Mabes Polri, Jakarta. Ketua Komisi, Jimly Asshiddiqie, menyatakan rapat ini bertujuan untuk menyamakan persepsi antaranggota tim serta merumuskan target dan agenda kerja ke depan. Komisi yang beranggotakan 10 tokoh, termasuk Menko Bidang Hukum Yusril Ihza Mahendra dan Mendagri Tito Karnavian, ini dibentuk untuk menjawab keresahan publik yang puncaknya tecermin pada “kemarahan” masyarakat pada Agustus lalu.
Jimly Asshiddiqie Tekankan Target Perbaikan Citra Polri dan Serap Aspirasi Publik yang Kecewa
Jimly berharap, tim ini tidak sekadar menghasilkan keputusan yang bersifat tekstual, namun juga mampu mengelola dan menyerap aspirasi rakyat secara aktif. Menurutnya, masalah utama Polri saat ini berada di pikiran 280 juta rakyat yang merasa kecewa pada kinerja institusi kepolisian. Oleh karena itu, anggota Komisi didorong untuk turun langsung ke lapangan agar perbaikan citra Polri dapat dilakukan secara fundamental dan tidak hanya bersifat formalitas.
Komisi Percepatan Reformasi Polri sendiri baru saja dibentuk di Istana Merdeka pada Jumat (7/11/2025). Selain Jimly sebagai Ketua, jajaran anggotanya diisi oleh figur penting di pemerintahan dan hukum, seperti Wamenko Hukum Otto Hasibuan, dan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas. Jimly menekankan pentingnya peran aktif seluruh anggota dalam mewujudkan reformasi institusi kepolisian yang lebih baik, lurus, dan dipercaya oleh masyarakat. (A-1)
