Cari jam tangan pintar stylish tapi ramah kantong? Simak 5 rekomendasi smartwatch Android dengan desain mirip Apple Watch yang dibanderol mulai Rp1 jutaan.
Desain jam tangan pintar (smartwatch) dengan bentuk kotak dan sudut membulat ala Apple Watch kini semakin populer diadopsi oleh berbagai vendor kompetitor. Tak sedikit produsen teknologi global yang menghadirkan jam tangan pintar dengan tampilan serupa, mulai dari Realme, Huawei, Redmi, hingga Vivo.
Beberapa produk smartwatch hasil rancangan vendor gawai Android tersebut sekilas sangat mirip dengan Apple Watch. Kemiripan ini terlihat jelas dari penggunaan bodi persegi, layar penuh (edge-to-edge), hingga penempatan tombol putar (digital crown) di samping perangkat.
Kendati menyuguhkan tampilan eksterior yang serupa dengan arloji pintar premium milik Apple, harga yang ditawarkan oleh para produsen Android ini jauh lebih terjangkau. Bahkan, beberapa unit di antaranya sudah bisa diboyong dengan kocek mulai dari Rp1 jutaan saja.
Dikutip dari laporan KompasTekno, Kamis (21/5/2026), berikut adalah rangkuman lima smartwatch Android dengan desain modis mirip Apple Watch yang sangat menarik untuk dilirik:
Realme Watch 5
Realme Watch 5 hadir di pasar Indonesia dengan mengusung layar AMOLED berukuran 1,97 inci yang mendukung refresh rate 60 Hz serta tingkat kecerahan puncak mencapai 600 nits. Untuk sektor fungsionalitas, Realme membenamkan sejumlah fitur esensial seperti Bluetooth calling, GPS, NFC, pemantauan detak jantung, sensor SpO2, hingga 108 mode olahraga. Perangkat yang disokong baterai 460 mAh ini diklaim mampu bertahan hingga 14 hari dalam sekali pengisian daya, dan dipasarkan di Eropa dengan harga 70 euro atau sekitar Rp1,1 juta.
Huawei Watch Fit 5
Menawarkan bodi kotak yang ramping dengan bezel tipis di sekeliling layar, Huawei Watch Fit 5 menjadi salah satu opsi terkuat di kelasnya. Layarnya menggunakan panel AMOLED 1,82 inci dengan tingkat kecerahan ekstrem mencapai 2.500 nits dan dilengkapi fitur Always-On Display (AOD). Persis seperti Apple Watch, perangkat ini dibekali tombol digital crown aktif di sisi kanan untuk navigasi menu. Di pasar Indonesia, gawai ini dibanderol seharga Rp2,4 juta.
Huawei Watch Fit 5 Pro
Sebagai versi premium dari varian reguler, Huawei Watch Fit 5 Pro tampil memikat berkat material bodi berbahan titanium dan lapisan kaca kristal sapphire 2.5D pada komponen layarnya. Salah satu kemampuan medis internal yang diunggulkan dari jam tangan pintar ini adalah kehadiran fitur pengukur risiko diabetes berbasis pengumpulan data fisiologis selama 3 hingga 14 hari. Di Indonesia, Huawei Watch Fit 5 Pro dipasarkan dengan harga resmi Rp3,7 juta.
Redmi Watch 5
Redmi Watch 5 turut meramaikan segmen ini dengan menyajikan panel layar AMOLED berukuran luas, yakni 2,07 inci dengan tingkat kecerahan mencapai 1.500 nits. Layar ini juga sudah mendukung fitur Always-On Display untuk mempermudah pengguna memantau informasi penting tanpa membuka kunci layar. Resmi tersedia secara global sejak awal tahun ini, di wilayah Inggris perangkat ini dipatok seharga 89,99 poundsterling atau berkisar Rp1,8 juta.
Vivo Watch GT 2
Vivo Watch GT 2 juga mengadopsi bodi kotak dengan keempat sudut membulat yang minimalis. Keunggulan mutlak dari perangkat ini terletak pada sektor efisiensi dayanya, di mana baterai berkapasitas 695 mAh di dalamnya diklaim sanggup menyala hingga 33 hari dalam sekali pengisian penuh. Vivo Watch GT 2 dilepas ke pasaran dengan harga 499 yuan (sekitar Rp1,1 juta) untuk varian standar Bluetooth, dan 699 yuan (sekitar Rp1,6 juta) untuk varian yang mendukung teknologi eSIM.
Analisis Strategis Asatunews.my.id: Dinamika Pasar
Fenomena maraknya smartwatch Android berdesain kotak ala Apple Watch di pertengahan tahun 2026 ini mencerminkan dinamika pasar wearable device yang kian kompetitif:
Demokratisasi Desain Premium: Bentuk kotak membulat (squircle) dengan tombol crown telah bergeser dari sekadar identitas eksklusif Apple menjadi sebuah standar industri (industry standard) yang diasosiasikan publik dengan produk premium. Vendor Android memanfaatkan preferensi estetika ini untuk menarik minat konsumen kelas menengah yang menginginkan status sosial dari tampilan smartwatch mereka, namun terbentur oleh keterbatasan anggaran.
Perang Fitur dan Ketahanan Baterai: Guna memenangkan persaingan di rentang harga Rp1 juta hingga Rp3 jutaan, para vendor Android tidak hanya menjual tampang. Mereka menawarkan nilai tambah (value for money) yang justru tidak dimiliki oleh Apple Watch orisinal, salah satunya adalah efisiensi daya. Klaim ketahanan baterai Realme dan Vivo yang mampu bertahan dari dua minggu hingga 33 hari menjadi pukulan telak bagi Apple Watch yang rata-rata harus diisi daya setiap hari.
Inovasi Sensor sebagai Pembeda Komersial: Langkah Huawei menyertakan sensor pendeteksi risiko diabetes pada varian Fit 5 Pro menegaskan bahwa persaingan ke depan akan bergeser ke arah fitur kesehatan preventif. Meskipun menegaskan tidak mengukur kadar gula darah secara langsung, keberanian meluncurkan fitur analisis fisiologis jangka pendek ini menjadi daya tarik krusial bagi konsumen usia matang yang mulai peduli terhadap isu kesehatan modern. *****
