JAKARTA, ASATUNEWS.MY.ID – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Bachtiar Najamudin memperkenalkan konsep demokrasi hijau atau green democracy sebagai gagasan politik berkelanjutan yang berpihak pada lingkungan. “Green democracy memang istilah yang agak baru dan coba kami kembangkan. Kami menginginkan agar demokrasi semakin sejuk dan pro terhadap lingkungan,” ujar Sultan Bachtiar seusai menghadiri Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, Rabu (15/10/2025).
Sultan Bachtiar dorong keseimbangan antara kebijakan politik dan kelestarian lingkungan
Sultan menjelaskan bahwa demokrasi hijau bertujuan melahirkan pejabat publik dan politikus yang mampu menyeimbangkan pembangunan ekonomi dengan pelestarian alam. Ia menegaskan, kebijakan ekonomi penting untuk pertumbuhan, namun setiap regulasi harus menakar dampaknya terhadap lingkungan. “Sebab, jika tidak dijalankan, kerusakan alam justru akan menimbulkan dampak kerugian terhadap masyarakat. Jadi keduanya harus bisa berjalan paralel,” katanya.
Konsep tersebut diperkenalkan dalam forum Tanwir IMM untuk menanamkan kesadaran lingkungan di kalangan mahasiswa, yang banyak melahirkan calon pemimpin masa depan. Ketua DPP IMM Riyan Betra Delza menambahkan, setiap kader IMM harus mampu membuat kebijakan yang bernilai bagi masyarakat dan adaptif terhadap perubahan zaman. “IMM tidak bisa sendiri, kita harus selalu bersama,” ujarnya. (A-1)
