JAKARTA, ASATUNEWS.MY.ID — Nilai tukar rupiah menguat tipis terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis (9/10/2025), dipengaruhi rencana pemerintah menyalurkan sebagian dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ke bank-bank daerah. Peneliti Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas Hareva mengatakan kebijakan itu berpotensi memperkuat sektor keuangan daerah. “Katalis positif datang dari rencana pemerintah memindahkan sebagian dana APBN ke bank-bank daerah untuk memperkuat likuiditas dan mendukung pembiayaan ekonomi regional,” ujarnya di Jakarta.
Langkah Penempatan Dana di BPD Dinilai Mampu Memperkuat Likuiditas dan Mendukung Ekonomi Regional
Rencana tersebut digagas Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang akan menempatkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) APBN pada Bank Pembangunan Daerah (BPD), sebagaimana sebelumnya dilakukan terhadap Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Bedanya, nilai dana yang akan disalurkan ke BPD tidak ditetapkan secara seragam oleh pemerintah, tetapi disesuaikan dengan kemampuan masing-masing bank. Sejauh ini, beberapa BPD seperti Bank Jakarta dan Bank Jatim disebut telah menunjukkan minat untuk menerima suntikan dana tersebut.
Selain faktor domestik, stabilisasi dolar AS turut menopang penguatan rupiah. Kekhawatiran pasar global akibat penutupan sebagian lembaga pemerintahan AS mulai mereda setelah muncul sinyal kompromi dari Senat. “Dolar AS bergerak stabil, sementara imbal hasil obligasi AS sedikit menurun seiring meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Oktober,” kata Taufan. Pada penutupan perdagangan, rupiah menguat 5 poin atau 0,03 persen menjadi Rp16.568 per dolar AS, sedangkan kurs JISDOR Bank Indonesia berada di level Rp16.534 per dolar AS. (A-1)