Ford Mustang GTD membongkar stigma mobil otot (muscle car). Meski berbobot 2 ton, performa sirkuit dan pengeremannya sukses mempermalukan banyak hypercar.
Dunia otomotif kembali dibuat gempar oleh kasta tertinggi dari lini mobil legendaris berlambang kuda poni. Ford Mustang GTD hadir mendobrak batasan performa dengan membalikkan semua logika konvensional tentang bobot kendaraan.
Ketika pertama kali ditaruh di atas timbangan pengujian instrumen MotorTrend, angka yang keluar sempat membuat para penguji pesimistis: 4.411 pon atau sekitar 2 ton bersih. Bobot masif ini hampir setara dengan berat sebuah SUV keluarga besar sekelas Kia Telluride. Namun begitu roda-rodanya menyentuh aspal sirkuit, Mustang berharga fantastis $438.200 (setara Rp7,1 miliar sebelum pajak) ini langsung memamerkan sihirnya.
Sentuhan Ajaib Multimatic dan Sasis Lebar ala Truk
Rahasia keganasan mobil ini berakar dari proses produksinya. Ford mengirimkan sasis dasar Mustang dari pabrik Flat Rock di Michigan menuju markas tim Multimatic di Markham, Ontario, Kanada. Di sana, struktur depan dan belakang dipotong habis, lalu digantikan oleh komponen serat karbon, aluminium, serta subframe baja tubular di sektor buritan. Seluruh panel bodi luarnya—mulai dari kap mesin, pintu, hingga penutup bagasi—diganti menggunakan material serat karbon ringan.
Lebar bodi mobil ini membengkak drastis hingga 81,7 inci (lebih dari 2 meter), menjadikannya lebih lebar daripada sebuah Range Rover mewah. Jika mobil ini merupakan sebuah truk komersial, regulasi lalu lintas Amerika Serikat bahkan sudah mewajibkannya memasang lampu indikator penanda dimensi khusus.
Jantung Mekanis: Predator V8 Supercharged 815 Tenaga Kuda
Di balik kap mesin serat karbonnya, tertanam mesin modifikasi ekstrem berbasis mesin Predator 5,2 liter V8 supercharged. Mesin ini memuntahkan daya luar biasa sebesar 815 tenaga kuda (horsepower) dan torsi badak 664 lb-ft yang disalurkan langsung ke roda belakang melalui transmisi kopling ganda Tremec 8-percepatan.
Komponen paling eksotis dari Mustang GTD terletak pada suspensi katup spul (spool-valve) hidrolik buatan Multimatic. Suspensi belakangnya dirancang secara horizontal dan digerakkan oleh sistem pushrod. Menariknya, Ford memasang panel kaca bening (plexiglass) di kabin belakang (tempat yang seharusnya menjadi kursi penumpang) agar pengemudi bisa melihat langsung cara kerja suspensi magis tersebut melalui kaca spion tengah. Seluruh tenaga liar ini disalurkan ke aspal lewat roda magnesium ringan yang dibalut ban tapak lebar Michelin Pilot Sport Cup 2 RS berukuran masif (325 di depan, 345 di belakang).
Performa Akselerasi dan Sihir Pengereman yang Menakjubkan
Dalam uji akselerasi murni, Mustang GTD melesat dari 0 hingga 60 mil per jam (0-96 km/jam) hanya dalam waktu 2,7 detik saja. Ia menuntaskan lintasan trek lurus seperempat mil (quarter mile) dalam waktu 10,5 detik dengan kecepatan puncak mencapai 134,9 mph (217 km/jam).
Namun, kejutan terbesar justru datang dari sektor deselerasi. Dengan bobotnya yang mencapai 2 ton, mobil ini secara luar biasa mampu berhenti total dari kecepatan 60 mph ke 0 hanya dalam jarak 89 kaki (sekitar 27,1 meter)! Angka performa rem ini jauh melampaui mobil-mobil super bermesin tengah (mid-engine) seperti Ford GT, dan menyamai rekor pengereman ekstrem milik Dodge Viper ACR versi lintasan balap.
Pada pengujian manuver angka delapan (Figure-Eight) khas MotorTrend, Mustang GTD mencatatkan waktu 22,6 detik dengan gaya gravitasi lateral mencapai 1,13 g. Hasil ini mengukuhkan posisinya sebagai monster sirkuit sejati, mengalahkan catatan waktu mobil super murni Ford GT yang membukukan waktu 22,7 detik.
Analisis: Mengapa Kolektor Lokal Harus Melirik Mobil Ini?
Bagi para kolektor mobil performa tinggi dan pencinta kecepatan di Indonesia, Mustang GTD menyajikan proposisi nilai yang sangat unik:
1. Karakter Suspensi Sempurna untuk “Bumpy Road” Indonesia
Salah satu kelemahan terbesar mengendarai mobil super berdaya di atas 800 hp di jalanan Indonesia adalah kondisi permukaan aspal yang tidak menentu, penuh bergelombang, dan memiliki sambungan beton tajam. Uji jalan membuktikan bahwa teknologi suspensi katup spul hidrolik buatan Multimatic pada GTD mampu menghilangkan karakter memantul (bounce and float) yang menjadi kelemahan bawaan Mustang standar. Karakter redamannya sangat kokoh namun tidak keras menyiksa, membuat hidung mobil tetap presisi menancap ke tikungan. Ini adalah karakteristik suspensi ideal untuk melibas jalanan tol luar kota atau jalur pegunungan berliku di Indonesia dengan percaya diri tinggi.
2. Dimensi Lebar Ekstrem: Tantangan Infrastruktur Jalan Raya
Dengan lebar bodi yang melebihi Range Rover, mengemudikan Mustang GTD di jalanan perkotaan Indonesia membutuhkan konsentrasi tingkat tinggi. Lebar sasis yang mencapai 2 meter lebih ini akan membuat mobil ini memakan hampir seluruh lebar lajur jalan standar di Indonesia. Pengemudi harus ekstra waspada saat melewati area jalanan sempit, gerbang tol otomatis, maupun ketika bermanuver di dalam gedung parkir mall kota besar yang memiliki pilar-pilar sempit.
3. Nilai Investasi dan Status Kelangkaan setelah Pajak Barang Mewah (PPnBM)
Jika ada importir umum (IU) yang berhasil memasukkan Ford Mustang GTD ini ke pasar Indonesia, harganya dipastikan akan melambung berkali-kali lipat akibat skema Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mesin berkapasitas di atas 3.000cc, ditambah Bea Masuk dan PPN impor. Harga Rp7,1 miliar di pasar global diprediksi bisa meroket hingga menyentuh angka Rp15 miliar sampai Rp18 miliar begitu mendarat resmi dengan pelat nomor Indonesia.
Meskipun dari segi harga murni di atas kertas Anda bisa mendapatkan mobil dengan akselerasi trek lurus yang lebih cepat dengan biaya lebih murah (seperti varian tertinggi Corvette C8), Mustang GTD menawarkan nilai eksklusivitas, rekayasa sasis balap Multimatic, serta sensasi berkendara presisi setingkat hypercar yang belum pernah ada dalam sejarah sasis Mustang. Mobil ini diproyeksikan akan menjadi barang investasi (future classic) yang nilainya terus meroket di kalangan kolektor elit tanah air. Source
