JAKARTA, ASATUNEWS.MY.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami pelemahan pada penutupan perdagangan Selasa (21/10/2025), dipengaruhi oleh penutupan pemerintah federal Amerika Serikat (government shutdown) yang telah memasuki hari ke-21. Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menjelaskan, “Pelaku pasar terus mencermati perkembangan seputar penutupan Pemerintah Federal AS yang sedang berlangsung. Penutupan pemerintah telah memasuki hari ke-21 tanpa tanda-tanda akan berakhir.”
Analis nilai penutupan pemerintah federal AS sebagai jeda pendanaan terpanjang ketiga dalam sejarah modern tekan nilai tukar rupiah.
Kebuntuan politik di Senat AS terus berlanjut setelah para senator gagal untuk ke-11 kalinya dalam pemungutan suara pada Senin (20/10). Ibrahim menambahkan bahwa “Penutupan pemerintah AS kini menjadi jeda pendanaan terpanjang ketiga dalam sejarah modern,” yang dimulai sejak 1 Oktober akibat kegagalan negosiasi pengeluaran federal. Ribuan pegawai pemerintah telah dirumahkan atau bekerja tanpa bayaran selama periode ini.
Pada penutupan perdagangan, rupiah melemah 12 poin (0,07%) menjadi Rp16.587 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp16.575 per dolar AS. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga tercatat melemah ke level Rp16.589 per dolar AS. Pelemahan ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap dampak lanjutan kebuntuan politik AS terhadap perekonomian global. (A-1)
