Pecandu judol cenderung sangat protektif terhadap perangkat elektroniknya.
Pecandu judol cenderung sangat protektif terhadap perangkat elektroniknya.

Jangan abai! Kenali 5 tanda pasangan terjerat judi online sebelum terlambat. Mulai dari perubahan emosi hingga rahasia keuangan yang mencurigakan.

JAKARTA, ASATUNEWS.MY.ID — Mendeteksi kecanduan judi online sejak dini dapat mencegah dampak yang lebih fatal, seperti kebangkrutan hingga perceraian. Berdasarkan analisis psikologis dan perilaku, berikut adalah red flags yang perlu diperhatikan:

1. Perubahan Perilaku Keuangan yang Drastis

Ini adalah tanda paling nyata. Pasangan mungkin sering meminjam uang dengan alasan yang tidak jelas, mengalami kesulitan membayar tagihan rutin, hingga adanya penarikan uang dalam jumlah besar secara misterius dari tabungan bersama.

2. Ketergantungan Berlebih pada Ponsel

Pecandu judol cenderung sangat protektif terhadap perangkat elektroniknya.

  • Ciri: Ponsel selalu dibawa ke mana-mana (bahkan ke kamar mandi), penggunaan kata sandi yang sering diganti, dan tampak panik atau marah jika pasangannya meminjam ponsel tersebut.

3. Gangguan Emosional dan Suasana Hati

Lonjakan dopamin dari judi membuat emosi menjadi tidak stabil. Pasangan mungkin terlihat sangat bahagia secara berlebihan saat menang, namun bisa menjadi sangat mudah marah, depresi, atau menarik diri dari interaksi keluarga saat mengalami kekalahan.

4. Mengabaikan Tanggung Jawab Keluarga

Sesuai penjelasan psikolog Yustinus Joko, keluarga bisa dianggap sebagai beban saat seseorang terjebak judol. Anda mungkin menyadari pasangan mulai sering melupakan janji, mengabaikan kebutuhan anak, atau tidak lagi peduli pada urusan rumah tangga karena fokusnya terbagi ke permainan.

5. Sering Berbohong dan Menutup Diri

Untuk menutupi kekalahan dan rasa malu, pelaku biasanya membangun kebohongan yang bertumpuk. Mereka mulai mengarang cerita tentang kehilangan uang, kenaikan harga kebutuhan, atau alasan-alasan lain untuk menutupi jejak transaksi judi mereka.

Apa yang Harus Dilakukan?

  • Ajak Berbicara: Lakukan konfrontasi dengan kepala dingin tanpa menghakimi.

  • Amankan Aset: Pastikan akses ke rekening utama atau aset berharga keluarga dibatasi untuk sementara.

  • Cari Bantuan Profesional: Kecanduan judi adalah gangguan perilaku yang seringkali membutuhkan intervensi psikolog atau konselor pernikahan. (A-1)

By Endang Suherman

Profesional media dan jurnalis spesialis isu Hukum, Politik, dan Geopolitik. Dengan keahliannya dalam mengelola informasi strategis dengan sentuhan teknologi digital modern, menyajikan berita dan analisis yang dibutuhkan publik. Fokus pada penyajian berita akurat di Asatunews dengan berbagai ekstensi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *