Tampilan aplikasi Instagram di ponsel dengan fitur perlindungan remaja dan notifikasi untuk orang tua.
Tampilan aplikasi Instagram di ponsel dengan fitur perlindungan remaja dan notifikasi untuk orang tua.

Instagram akan mengirim peringatan kepada orang tua jika remaja berulang kali mencari konten bunuh diri atau self-harm. Fitur ini diluncurkan di AS, Inggris, Australia, dan Kanada.

LONDON, ASATUNEWS.MY.ID — Pada hari Kamis (26/2/2026), Instagram mengumumkan adanya fitur anyar guna memperkuat proteksi terhadap kaum muda; yakni dengan mengirimkan notifikasi kepada orang tua apabila anak mereka secara berulang mencari kata kunci yang bersinggungan dengan bunuh diri atau menyakiti diri sendiri (self-harm) dalam rentang waktu yang singkat.

Berdasarkan informasi dari Associated Press, pemberitahuan ini hanya akan terkirim bagi para orang tua yang sudah mengaktifkan fitur pengawasan orang tua (parental supervision) pada aplikasi tersebut.

Fitur baru ini dirilis di tengah situasi di mana Meta Platforms, perusahaan induk Instagram, sedang menjalani dua proses persidangan terkait dugaan dampak buruk platform media sosial terhadap kondisi kesehatan mental anak-anak.

Selama ini, Instagram telah mengambil langkah untuk memblokir konten yang berkaitan dengan bunuh diri dan self-harm agar tidak muncul dalam hasil pencarian bagi pengguna remaja, sekaligus mengarahkan mereka menuju kanal bantuan (helpline).

Menurut laporan AP, notifikasi kepada orang tua akan disampaikan melalui kanal email, pesan singkat (SMS), atau WhatsApp, sesuai data kontak yang mereka sediakan. Selain itu, peringatan juga akan tampak di akun Instagram milik orang tua itu sendiri.

Peluncuran fitur ini dijadwalkan berlangsung dalam beberapa minggu mendatang di Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan Kanada, sebelum kemudian diperluas ke wilayah lainnya menjelang akhir tahun ini, sebagaimana disampaikan AFP.

“Tujuan utama kami adalah memberikan sarana bagi orang tua untuk dapat segera bertindak tatkala pencarian yang dilakukan oleh anak mereka mengindikasikan bahwa mereka mungkin membutuhkan dukungan,” ujar Meta dalam rilis resminya.

Meta juga mengumumkan bahwa mereka sedang mengembangkan sistem notifikasi serupa yang berkaitan dengan interaksi remaja dengan teknologi kecerdasan buatan (AI). Orang tua akan mendapat kabar jika remaja mencoba terlibat dalam tipe percakapan tertentu menyangkut bunuh diri atau self-harm melalui sistem AI milik mereka.

Perusahaan menganggap upaya ini sebagai “langkah krusial” dan berjanji akan memberikan pembaruan lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang.

Meta bersama sejumlah perusahaan media sosial lainnya kini tengah menghadapi gugatan hukum dari ribuan keluarga, dinas pendidikan setempat, dan badan pemerintah. Gugatan tersebut menuduh bahwa mereka sengaja merancang aplikasi yang bersifat candu (adiktif).

Para penggugat juga berpendapat bahwa platform-platform tersebut tidak menyediakan lapisan perlindungan yang memadai untuk melindungi anak-anak dari konten yang rentan memicu depresi, gangguan makan, hingga dorongan bunuh diri.

Saat ini, Meta sedang menjalani dua agenda persidangan. Salah satunya, yang berlokasi di Los Angeles, mempertanyakan apakah platform Meta secara sengaja mendorong perilaku kecanduan dan membahayakan pengguna di bawah umur. Sementara persidangan kedua di New Mexico berfokus pada apakah Meta lalai dalam melindungi anak dari insiden eksploitasi seksual pada platformnya. *****

By Endang Suherman

Profesional media dan jurnalis spesialis isu Hukum, Politik, dan Geopolitik. Dengan keahliannya dalam mengelola informasi strategis dengan sentuhan teknologi digital modern, menyajikan berita dan analisis yang dibutuhkan publik. Fokus pada penyajian berita akurat di Asatunews dengan berbagai ekstensi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *