Ilustrasi perbedaan lokasi nyeri pada sakit kepala biasa dan migrain yang berdenyut di satu sisi kepala.
Ilustrasi perbedaan lokasi nyeri pada sakit kepala biasa dan migrain yang berdenyut di satu sisi kepala.

Jangan tertukar! Simak penjelasan neurolog Dr. Sumit Singh mengenai perbedaan sakit kepala biasa vs migrain, serta bahaya polusi udara sebagai pemicunya.

GURUGRAM, ASATUNEWS.MY.IDBanyak orang sering kali bingung membedakan antara sakit kepala biasa dengan migrain saat rasa nyeri berdenyut menyerang. Meski gejalanya tampak tumpang tindih, keduanya memiliki intensitas, durasi, dan penyebab yang sangat berbeda.

Dr. Sumit Singh, Direktur Neurologi di Artemis “CRREST” Institute of Neurosciences, mengungkapkan bahwa hampir 1 dari 4 orang di India mengalami migrain. Namun, kondisi ini sering kali tidak dikenali atau salah didiagnosis sebagai sakit kepala biasa, sehingga penanganannya tidak tepat.

Dr. Singh menjelaskan bahwa sakit kepala biasa umumnya menimbulkan nyeri ringan hingga sedang yang terasa di kedua sisi kepala. Biasanya, kondisi ini dipicu oleh stres harian, kelelahan, atau dehidrasi.

“Berbeda dengan sakit kepala normal, migrain ditandai dengan nyeri kepala berdenyut yang berulang, sering kali hanya terjadi di satu sisi, dan disertai dengan peningkatan sensitivitas otak terhadap rangsangan internal maupun eksternal,” jelas Dr. Singh. Selain nyeri hebat, penderita migrain juga sering mengalami mual dan sensitivitas terhadap cahaya.

Salah satu temuan krusial yang diungkapkan Dr. Singh adalah peran polusi udara sebagai pemicu (trigger) migrain yang signifikan. Paparan materi partikulat halus, terutama PM2.5, dapat menyebabkan stres oksidatif dan peradangan saraf (neuroinflammation).

“Partikel kecil ini dapat menembus jauh ke dalam paru-paru, masuk ke aliran darah, dan merambat ke organ jauh, termasuk otak,” tambahnya. Hal ini membuat migrain lebih sulit dikendalikan dan melemahkan respons tubuh terhadap obat pereda nyeri. Ia menyarankan penggunaan masker N95 atau pembersih udara (air purifier) bagi mereka yang tinggal di kota dengan tingkat polusi tinggi.

Selain faktor lingkungan, dehidrasi, pola makan yang tidak teratur, dan gangguan tidur tetap menjadi pemicu klasik migrain. Dr. Singh menekankan pentingnya hidrasi yang cukup dan jadwal tidur yang konsisten untuk mengurangi frekuensi serangan.

Masyarakat juga diminta waspada terhadap “tanda merah” atau red flag signs yang memerlukan konsultasi medis segera, di antaranya:

  • Peningkatan frekuensi sakit kepala secara mendadak.

  • Obat-obatan biasa tidak lagi mempan.

  • Muncul gejala neurologis baru seperti kelemahan tubuh, gangguan penglihatan, atau kesulitan berbicara.

Sakit Kepala Biasa vs. Migrain

Kenali Perbedaannya Sebelum Mengobati

1. Karakteristik Nyeri

  • Sakit Kepala Biasa:

    • Intensitas: Ringan hingga sedang.

    • Sensasi: Nyeri tumpul seperti kepala ditekan atau diikat kencang.

    • Lokasi: Terasa di kedua sisi kepala (menyeluruh).

  • Migrain:

    • Intensitas: Berat dan melumpuhkan.

    • Sensasi: Nyeri tajam dan berdenyut (throbbing).

    • Lokasi: Biasanya hanya menyerang satu sisi kepala saja.

2. Gejala Tambahan

  • Sakit Kepala Biasa: Umumnya tidak disertai gejala lain.

  • Migrain: Sering dibarengi dengan mual, muntah, serta sensitivitas ekstrem terhadap cahaya dan suara.

3. Pemicu Utama (Triggers)

  • Faktor Fisik: Stres, kelelahan, dehidrasi, dan pola tidur yang berantakan.

  • Faktor Lingkungan: Polusi udara (PM2.5) yang memicu peradangan saraf di otak.

  • Faktor Kebiasaan: Melewatkan waktu makan atau kurang minum air putih.

4. Solusi & Pencegahan

  • Langkah Mandiri: Istirahat cukup, hidrasi teratur, dan makan tepat waktu.

  • Proteksi Lingkungan: Gunakan masker N95 atau air purifier saat polusi tinggi.

  • Tindakan Medis: Segera hubungi dokter jika nyeri muncul mendadak, frekuensi meningkat, atau muncul gejala saraf seperti pandangan kabur dan sulit bicara. ****

By Endang Suherman

Profesional media dan jurnalis spesialis isu Hukum, Politik, dan Geopolitik. Dengan keahliannya dalam mengelola informasi strategis dengan sentuhan teknologi digital modern, menyajikan berita dan analisis yang dibutuhkan publik. Fokus pada penyajian berita akurat di Asatunews dengan berbagai ekstensi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *