Mazda konfirmasi pengerjaan MX-5 generasi kelima. Simak bocoran teknologi elektrifikasi dan komitmen Mazda menjaga bobot ringan pada suksesor ND ini.
HIROSHIMA, ASATUNEWS.MY.ID – Mazda secara resmi mengonfirmasi bahwa pengerjaan di balik layar untuk generasi kelima Mazda MX-5 sedang berlangsung. Suksesor dari model legendaris ini dipastikan akan tetap mempertahankan filosofi dasarnya, namun dengan sentuhan teknologi elektrifikasi guna menjawab tantangan masa depan.
Direktur Desain Mazda Eropa, Jo Stenuit, mengungkapkan bahwa timnya tengah bekerja keras mengembangkan mobil yang dikenal dengan kemurnian mekanisnya tersebut. Meski begitu, Stenuit menyebut bahwa sistem penggerak akhir untuk generasi terbaru ini masih dalam tahap pertimbangan.
“Tentu saja kami sedang mengerjakannya. Secara pribadi saya menyukai mesin bensin, tapi saya juga bisa membayangkan berkendara di tengah hutan dengan MX-5 tanpa suara mesin saat melaju dengan atap terbuka,” ujar Stenuit dalam wawancara dengan AutoRAI.nl yang dikutip Drive, Minggu (1/3/2026).
Salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan MX-5 generasi kelima adalah mempertahankan bobot ringan. Stenuit menegaskan bahwa MX-5 harus tetap mengacu pada tiga pilar utama: kesenangan berkendara, bobot ringan, dan harga yang terjangkau.
“Jika salah satu dari tiga aspek tersebut hilang, itu bukan MX-5,” tegasnya. Hal ini memberikan sinyal bahwa Mazda akan sangat berhati-hati dalam memilih sistem elektrifikasi agar tidak merusak keseimbangan dinamis mobil.
Meskipun ada indikasi elektrifikasi, Mazda tampaknya enggan mengubah MX-5 menjadi mobil listrik murni (BEV). Direktur Riset dan Operasional Mazda Eropa, Christian Schultze, menilai transisi ke listrik sepenuhnya akan merusak arsitektur mendasar MX-5.
“Beralih ke listrik sepenuhnya berarti mengubah proporsi, bobot, dan keseimbangan secara fundamental. Saya berharap di masa depan kami dapat menawarkan MX-5 elektrifikasi, tetapi tidak sepenuhnya elektrik,” jelas Schultze. Pernyataan ini memperkuat kemungkinan penggunaan sistem Hybrid atau Plug-in Hybrid (PHEV) sebagai solusi jalan tengah.
Bagi para penggemar model saat ini (generasi ND), Schultze mengisyaratkan bahwa Mazda tidak terburu-buru untuk segera meluncurkan penggantinya. Meskipun model ND sudah berusia 11 tahun, Mazda masih akan melakukan pengembangan lebih lanjut agar generasi tersebut tetap kompetitif dalam beberapa tahun ke depan sebelum suksesornya benar-benar siap dipasarkan. ****
