Volvo rilis varian EX30 termurah dengan motor 110 kW dan fitur V2L. Simak spesifikasi, jarak tempuh, hingga alasan pemindahan produksi ke Belgia di sini.
GENT, ASATUNEWS.MY.ID – Volvo resmi menghadirkan varian baru dari SUV listrik terkecilnya, Volvo EX30, dengan harga yang lebih terjangkau untuk memperkuat dominasi di pasar Eropa. Langkah ini diambil sebagai strategi Volvo untuk bersaing di segmen mobil listrik (EV) murah yang tengah berkembang pesat di wilayah tersebut.
Berdasarkan laporan Arena EV pada Sabtu (28/2/2026), varian terbaru EX30 ini mengusung motor listrik yang menghasilkan tenaga 110 kW (148 hp). Output ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan mobilitas harian dan perjalanan di dalam kota, dengan tenaga sekitar 45 persen lebih rendah dibandingkan varian motor tunggal sebelumnya yang bertenaga 200 kW (268 hp).
Konsumen di Eropa diberikan fleksibilitas dalam memilih kapasitas baterai untuk motor 110 kW tersebut. Tersedia pilihan baterai 51 kWh dengan jarak tempuh hingga 339 kilometer, serta opsi baterai 69 kWh bagi pengguna yang menginginkan daya jelajah lebih jauh hingga 476 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Salah satu pembaruan signifikan pada varian ini adalah penyematan fitur Vehicle-to-Load (V2L). Teknologi ini memungkinkan mobil berfungsi sebagai sumber daya listrik portabel untuk mengisi daya perangkat elektronik seperti sepeda listrik, perlengkapan berkemah, hingga pengeras suara melalui adaptor tambahan.
Pada sisi interior, Volvo menyederhanakan tampilan layar pusat dengan desain menu dan pengaturan yang lebih intuitif. Tersedia pula bilah pintasan (shortcut bar) yang dapat disesuaikan untuk memudahkan akses aplikasi favorit. Pembaruan perangkat lunak ini dijadwalkan akan tersedia bagi pemilik EX30 model lama mulai musim panas mendatang.
Volvo juga memperkenalkan trim spesial EX30 Black Edition. Meski mengusung tema gelap, edisi ini hadir dalam tiga pilihan warna: Onyx Black, Vapour Grey, dan Crystal White. Ciri khas edisi ini adalah penghilangan aksen krom yang digantikan dengan sentuhan hitam mengkilap pada logo, emblem, serta velg berukuran 19 inci.
Guna menjaga harga tetap kompetitif dan menghindari bea masuk tambahan yang dikenakan pada kendaraan buatan China, Volvo secara strategis memindahkan basis produksi EX30 untuk pasar Eropa dari China ke Belgia. Hal ini memastikan kelancaran distribusi sekaligus merespons kebijakan perdagangan internasional yang sedang berlaku. ****
