DEPOK, ASATUNEWS.MY.ID – Ada kabar gembira bagi para penikmat suguhan layar kaca bergenre komedi. Sebuah telaah terkini dengan judul “Laughter over lunges” yang digagas oleh platform kebugaran Yoga-Go mendapati bahwa gelak tawa yang lepas secara fisik dapat digolongkan sebagai bentuk aktivitas fisik tingkat ringan.

Lebih dari Sekadar Hiburan, Gelak Tawa Terbukti Mampu Menggerakkan Otot Inti dan Mempercepat Denyut Jantung, Menjadikannya Sebuah “Jalan Awal” yang Seru Menuju Pola Hidup Lebih Sehat.

Kajian ini menantang pandangan umum mengenai olahraga, sebab memperlihatkan bahwa tawa yang jujur mampu memicu kontraksi otot serta pembakaran kalori yang cukup berarti. Para peneliti melakukan analisis terhadap 10 tayangan komedi terbaik selama kurun waktu satu abad menggunakan acuan laughs per minute (LPM) untuk mengamati konsistensi gelak penonton.

Dampak Fisik: Mirip Gerak Jalan Cepat dan Sesi Pilates

Melissa Leach, seorang instruktur yoga dan pelatih penguatan fisik di Yoga-Go, menjelaskan bahwa ketika seseorang melepaskan tawa yang keras, diafragma akan mengalami kontraksi dan relaksasi secara cepat. Pola ini amat serupa dengan teknik pernapasan yang diterapkan dalam yoga.

“Tawa yang murni menciptakan penegangan isometrik pada bagian otot perut terdalam (transverse abdominis), otot samping (obliques), hingga ke dasar panggul. Ini meniru keterlibatan otot fundamental yang biasa ditemui pada latihan Pilates dasar untuk pemula,” papar Leach. Lebih lanjut, tawa meningkatkan asupan oksigen dan mendukung fungsi jantung-pembuluh darah, layaknya efek dari berjalan kaki santai.

Kalkulasi Pembakaran Kalori Saat Menonton “Inside Out”?

Riset ini berupaya mengukur dampak fisik tersebut dalam angka. Dengan asumsi bahwa tawa jujur selama 10 hingga 15 menit dapat membakar hingga 10 kalori, tim riset memperkirakan rata-rata satu kali tawa membakar sekitar 0,2 kalori.

Berdasarkan estimasi tersebut, saat menyaksikan film animasi “Inside Out”, diperkirakan terjadi pembakaran sekitar 72 kalori, sementara film “The Hangover” diperkirakan membakar sekitar 68 kalori. Jumlah ini diklaim sebanding dengan sesi yoga selama 20 menit atau Pilates dengan intensitas ringan selama 25 menit. Walau demikian, perlu diingat bahwa hasil aktual ini bisa berbeda tergantung pada kondisi tubuh dan seberapa lepas seseorang tertawa.

Pemulihan Baik Secara Pikiran Maupun Raga

Bukan hanya terkait otot, Dr. Cassidy Jenkins, seorang psikolog klinis, menambahkan bahwa tawa memicu pelepasan zat kimia “bahagia” dalam tubuh seperti dopamin, oksitosin, dan endorfin. Hal yang menarik, setelah laju detak jantung meningkat selama tertawa, tubuh akan mengaktifkan sistem saraf parasimpatis yang lantas memberikan sensasi relaksasi yang mendalam.

“Ketika gerakan fisik ringan berpadu dengan sesuatu yang secara otomatis mengangkat suasana hati, otak mulai menghubungkan kegiatan bergerak dengan rasa senang, bukan sebagai sebuah beban,” tutur Dr. Jenkins. Meskipun tawa tidak dapat menggantikan keseluruhan jadwal olahraga berat, fenomena ini bisa menjadi titik awal yang menyenangkan untuk membangun kebiasaan aktif.

Informasi Tambahan & Relevan:

Terapi Tawa (Laughter Therapy): Dalam ranah medis, terapi tawa sudah lama diaplikasikan untuk membantu pasien di rumah sakit mengurangi stres dan mempercepat proses penyembuhan. Studi tahun 2026 ini menguatkan bukti bahwa aspek mekanis dari tawa (pergerakan otot) memang memiliki nilai medis yang signifikan.

Film dengan Skor LPM Tinggi: Selain Inside Out, film seperti Airplane! dan Superbad kerap masuk dalam daftar tontonan dengan frekuensi tawa tertinggi per menit, yang berpotensi menghasilkan pembakaran kalori lebih banyak.

Tabel: Estimasi Pembakaran Kalori Berdasarkan Film Komedi

Judul Film Durasi (Menit) Estimasi Kalori Terbakar Kesetaraan Olahraga
Inside Out 95 Menit 72 Kalori 25 Menit Pilates Ringan
The Hangover 100 Menit 68 Kalori 20 Menit Sesi Yoga
Airplane! 88 Menit 62 Kalori 15 Menit Jalan Cepat
Superbad 113 Menit 59 Kalori 12 Menit Angkat Beban Ringan
Bridesmaids 125 Menit 55 Kalori 10 Menit Senam Aerobik

Catatan Redaksi: Jumlah kalori yang terbakar dapat bervariasi tergantung pada seberapa sering Anda tertawa lepas dan metabolisme tubuh masing-masing individu. (A-1)

By Endang Suherman

Profesional media dan jurnalis spesialis isu Hukum, Politik, dan Geopolitik. Dengan keahliannya dalam mengelola informasi strategis dengan sentuhan teknologi digital modern, menyajikan berita dan analisis yang dibutuhkan publik. Fokus pada penyajian berita akurat di Asatunews dengan berbagai ekstensi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *