Ilustrasi keamanan siber dan perlindungan data pribadi dari pelacakan aplikasi media sosial di perangkat smartphone.
Ilustrasi keamanan siber dan perlindungan data pribadi dari pelacakan aplikasi media sosial di perangkat smartphone.

TikTok dilaporkan memperluas pelacakan data sensitif melalui teknologi ‘pixel’ di berbagai situs web, mencakup informasi medis hingga kesehatan mental.

LONDON, ASATUNEWS.MY.ID – Sebuah laporan terbaru mengungkap bahwa gurita pelacakan data TikTok telah merambah jauh ke luar aplikasinya. Melalui teknologi yang dikenal sebagai “pixel”, platform media sosial ini dilaporkan mampu mengumpulkan informasi sangat sensitif, mulai dari diagnosis kanker hingga riwayat kesehatan mental, bahkan dari individu yang tidak pernah menggunakan aplikasi tersebut.

Temuan ini muncul hanya beberapa pekan setelah penjualan operasional TikTok di Amerika Serikat kepada grup perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan Presiden AS, Donald Trump. Kesepakatan tersebut memicu kekhawatiran baru terkait privasi data dari para pakar hak asasi manusia dan pengguna secara luas.

Bagaimana TikTok ‘Mengintai’ Anda?

Masalah utama berpusat pada pembaruan alat pelacak bernama “TikTok pixel”. Perusahaan siber Disconnect yang menganalisis kode pelacak ini menyebutnya “sangat invasif” dibandingkan pesaingnya.

Pixel adalah gambar tak kasat mata berukuran satu piksel yang dipasang pemilik situs web untuk memantau perilaku pengunjung. Meskipun tujuannya seringkali untuk efektivitas iklan—seperti toko sepatu yang ingin tahu apakah iklan mereka berhasil—kenyataannya data yang dikirimkan bisa jauh lebih pribadi.

“Peningkatan berbagi data ini, ketika Anda menganalisis kode piksel yang sebenarnya, menunjukkan hal-hal yang terlihat sangat buruk,” ujar Patrick Jackson, Chief Technology Officer di Disconnect.

Data Kanker hingga Kesehatan Mental Terdeteksi

Dalam investigasi tersebut, ditemukan fakta bahwa ketika seseorang mengeklik tombol pada formulir situs kelompok pendukung kanker, situs tersebut mengirimkan alamat email dan detail status pasien ke TikTok.

Hal serupa terjadi pada situs kesehatan wanita terkait tes kesuburan, hingga organisasi kesehatan mental yang mengirimkan sinyal ke TikTok saat seseorang mencari konselor krisis. Karena piksel ini bekerja di latar belakang situs web, data setiap pengunjung akan terkirim secara otomatis, terlepas dari apakah mereka memiliki akun TikTok atau tidak.

Respons TikTok

Menanggapi laporan tersebut, juru bicara TikTok menyatakan bahwa piksel periklanan adalah standar industri yang digunakan secara luas oleh berbagai platform media sosial lainnya.

“TikTok memberdayakan pengguna dengan informasi transparan tentang praktik privasinya dan memberi mereka berbagai alat untuk menyesuaikan pengalaman mereka,” ujar perwakilan TikTok. Perusahaan juga menegaskan memiliki pedoman transparan mengenai bagaimana mereka menanggapi permintaan data dari pemerintah.

Langkah Lindungi Privasi

Meskipun praktik pengumpulan data ini meluas, para ahli menyarankan langkah sederhana untuk memperketat keamanan data pribadi, antara lain:

  • Menggunakan fitur pengaturan privasi di peramban (browser) untuk memblokir pelacak pihak ketiga.

  • Memanfaatkan alat kustomisasi privasi yang disediakan oleh platform terkait.

  • Lebih selektif dalam memberikan informasi sensitif pada formulir situs web yang tidak terenkripsi dengan baik. (A-1)

 

By Endang Suherman

Profesional media dan jurnalis spesialis isu Hukum, Politik, dan Geopolitik. Dengan keahliannya dalam mengelola informasi strategis dengan sentuhan teknologi digital modern, menyajikan berita dan analisis yang dibutuhkan publik. Fokus pada penyajian berita akurat di Asatunews dengan berbagai ekstensi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *