Ilustrasi piring makan anak dengan gizi seimbang yang terdiri dari karbohidrat, protein hewani, sayuran, dan buah-buahan segar.
Ilustrasi piring makan anak dengan gizi seimbang yang terdiri dari karbohidrat, protein hewani, sayuran, dan buah-buahan segar.

Dietisien RS Pelni tekankan pentingnya makanan padat gizi untuk imun dan kecerdasan anak. Simak porsi sayur, protein, dan rekomendasi konsumsi susu di sini.

Memastikan anak mendapatkan asupan nutrisi yang tepat bukan sekadar agar mereka merasa kenyang. Makanan padat gizi yang mengandung karbohidrat, protein, sayur, serta vitamin dan mineral seimbang sangat krusial bagi pertahanan sistem imun dan perkembangan kognitif buah hati.

Dietisien dari Rumah Sakit Pelni, Maulina Juwita Ardiana, S.Gz., RD, memperingatkan bahwa kekurangan zat gizi dalam jangka panjang dapat berdampak fatal bagi masa depan anak.

Dikutip dari laporan Antara News, Rabu (8/4/2026), Maulina menjelaskan bahwa ketidakseimbangan gizi meningkatkan risiko penyakit infeksi, menghambat perkembangan motorik, hingga menurunkan performa anak di sekolah.

“Bahkan, kekurangan asupan zat gizi jangka panjang terbukti secara ilmiah meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular ketika dewasa,” ungkap Maulina di Jakarta.

Maulina menyoroti fenomena di masyarakat di mana makanan instan atau cepat saji sering menjadi pilihan praktis orang tua agar anak mau makan. Padahal, makanan tersebut umumnya tinggi kalori dan lemak jahat, namun sangat minim vitamin dan mineral penting.

Sebagai solusinya, orang tua diminta memastikan keberadaan protein hewani dan nabati di setiap piring makan anak. Sumber protein seperti ayam, ikan, telur, daging, udang, tahu, hingga tempe harus diberikan secara beragam.

Berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang Kemenkes, Maulina menganjurkan porsi harian sebagai berikut:

Sayuran: 200-250 gram sehari untuk anak usia sekolah.

Buah-buahan: 100-150 gram sehari untuk anak usia sekolah.

Susu (sebagai tambahan):

Usia 1-2 tahun: 400-480 ml/hari.

Usia 2-8 tahun: 480-600 ml/hari.

Usia 9-18 tahun: 720 ml/hari.

Cara mengolah bahan pangan juga menentukan kualitas gizi yang diterima anak. Maulina menyarankan metode mengukus untuk meminimalisir hilangnya vitamin C dan B kompleks. Jika harus merebus, sebaiknya air rebusan tidak dibuang karena mengandung vitamin yang larut di air.

“Proses menumis juga baik karena waktu memasaknya singkat, sehingga vitamin dan mineral sensitif suhu tinggi tetap terjaga. Sebaliknya, menggoreng dengan minyak banyak dan suhu tinggi dapat merusak zat gizi,” tambahnya.

Analisis Strategis Asatunews.my.id: Panduan Teknis

Pesan mengenai makanan padat gizi ini memberikan panduan teknis yang sangat diperlukan orang tua di tengah maraknya pola makan tidak sehat:

Di tahun 2026, kesadaran akan sistem imun tidak boleh hanya bersifat situasional. Penjelasan Maulina mengenai kaitan nutrisi dengan perkembangan kognitif dan motorik menegaskan bahwa piring makan anak adalah penentu kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Narasi ini menjadi teguran bagi tren penggunaan makanan ultra-proses (UPF) sebagai jalan pintas. Edukasi mengenai protein hewani yang beragam memberikan opsi bagi orang tua untuk tidak terjebak pada satu jenis menu saja, yang sering kali memicu kejenuhan pada anak.

 Rekomendasi volume susu yang spesifik berdasarkan rentang usia sangat membantu orang tua agar tidak memberikan susu secara berlebihan yang bisa menggeser porsi makanan padat, atau sebaliknya, kekurangan asupan kalsium dan vitamin D.

Poin mengenai teknik memasak (kukus vs goreng) adalah edukasi praktis yang sering terlupakan. Banyak orang tua sudah membeli bahan pangan mahal, namun nutrisinya rusak karena proses penggorengan suhu tinggi. Tips mengenai “air rebusan sayur” adalah informasi sederhana namun berdampak besar bagi kecukupan mikronutrien harian.

Pemanfaatan bahan pangan lokal yang beragam dengan teknik memasak yang benar adalah kunci utama dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan tangguh.****

By Endang Suherman

Profesional media dan jurnalis spesialis isu Hukum, Politik, dan Geopolitik. Dengan keahliannya dalam mengelola informasi strategis dengan sentuhan teknologi digital modern, menyajikan berita dan analisis yang dibutuhkan publik. Fokus pada penyajian berita akurat di Asatunews dengan berbagai ekstensi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *