Porsche resmi mengonfirmasi penghentian produksi SUV Macan bermesin bensin pada musim panas 2026. Simak strategi transisi ke Macan Electric dan rencana model 2028.
Era SUV terlaris Porsche bermesin pembakaran internal (ICE) segera berakhir. Pabrikan mobil sport asal Jerman tersebut mengonfirmasi bahwa produksi Porsche Macan bermesin bensin akan resmi dihentikan pada musim panas tahun ini.
Langkah ini menandai berakhirnya perjalanan salah satu model paling terjangkau dan populer milik Porsche yang telah diproduksi lebih dari satu juta unit sejak debutnya pada tahun 2013.
Dikutip dari laporan Automotive News melalui rilis resmi Porsche, CFO Porsche Jochen Bruckner menyatakan bahwa proses produksi akan dihentikan sepenuhnya pada pertengahan tahun. “Produksi akan dihentikan pada musim panas 2026, dan selama bulan-bulan terakhir yang kami miliki, kami memproduksi sebanyak mungkin yang kami bisa,” ujar Bruckner. Unit terakhir Macan bensin diperkirakan akan keluar dari lini perakitan pada Juli mendatang.
Meskipun varian bensin dihentikan, nama Macan akan tetap berlanjut melalui model Macan Electric yang telah diluncurkan berdampingan dengan varian ICE sejak 2024. Namun, keputusan ini dianggap cukup berisiko mengingat varian bensin masih mendominasi grafik penjualan Porsche.
Sebagai gambaran, di Amerika Serikat saja, Porsche berhasil menjual 27.139 unit Macan tahun lalu, di mana mayoritas besar merupakan varian bensin. Sementara itu, menurut estimasi Cox Automotive, varian Macan Electric terjual sebanyak 8.799 unit pada tahun 2025.
Penghentian ini meninggalkan celah besar dalam segmen SUV kompak Porsche, karena tidak ada pengganti langsung bermesin gas yang siap dalam waktu dekat. Porsche baru berencana meluncurkan suksesor Macan bermesin bensin dan hibrida pada tahun 2028 mendatang.
Model masa depan tersebut kabarnya akan menggunakan arsitektur Premium Platform Combustion (PPC) yang serupa dengan Audi Q5 terbaru. Absennya model pengganti selama kurang lebih dua tahun diprediksi akan berdampak pada laporan penjualan Porsche dalam jangka pendek.
Analisis Strategis Asatunews.my.id: Poin Strategis
Keputusan Porsche untuk menyuntik mati Macan bensin di tengah permintaan EV yang belum stabil mencerminkan beberapa poin strategis:
Pertaruhan Transisi Energi: Porsche bertaruh besar pada elektrifikasi. Meski Macan bensin adalah “mesin uang”, penghentian produksinya memaksa basis loyalitas konsumen untuk beralih ke model elektrik lebih cepat dari yang mungkin mereka rencanakan.
Risiko Penjualan Jangka Pendek: Tanpa adanya pengganti langsung hingga 2028, Porsche menghadapi risiko kehilangan pangsa pasar di segmen SUV mewah kompak. Dua tahun adalah waktu yang lama di industri otomotif, di mana kompetitor dapat dengan mudah menarik pelanggan yang belum siap beralih ke kendaraan listrik sepenuhnya.
Optimalisasi Kapasitas Produksi: Pernyataan Jochen Bruckner untuk “memproduksi sebanyak mungkin” di bulan-bulan terakhir menunjukkan strategi Porsche untuk mengamankan stok unit demi memenuhi sisa permintaan pasar sebelum transisi total dimulai.
Langkah Menuju Standar Emisi: Keputusan ini kemungkinan besar didorong oleh pengetatan standar emisi di berbagai belahan dunia, terutama Eropa, yang membuat pengembangan mesin ICE model lama menjadi kurang efisien secara biaya dibandingkan percepatan ke platform elektrik. ****
