Penjualan PlayStation 5 (PS5) merosot tajam hingga 46% akibat kenaikan harga konsol yang berulang. Simak laporan keuangan Sony dan update terkait PS6.
Raksasa teknologi dan hiburan asal Jepang, Sony, mencatatkan tren negatif pada performa penjualan konsol andalannya, PlayStation 5 (PS5). Serangkaian kenaikan harga yang diterapkan sejak peluncuran perdana pada 2020 kini mulai berdampak pada minat beli konsumen secara global.
Dikutip dari Gizmochina melalui kantor berita Antara, Minggu (10/5/2026), harga PS5 telah mengalami lonjakan signifikan. Varian Digital Edition yang awalnya dibanderol 399 dolar AS (sekitar Rp6,9 juta) kini meroket menjadi 599 dolar AS (sekitar Rp9,8 juta). Sementara itu, versi Disc Edition meningkat dari 499 dolar AS menjadi 649 dolar AS atau sekitar Rp10,6 juta.
Kenaikan harga terbaru yang diumumkan pada Maret 2026 lalu menambah beban hampir 100 dolar AS dibandingkan harga awal, yang memicu reaksi negatif dari pasar.
Berdasarkan laporan keuangan terbaru, kondisi ini memukul angka distribusi konsol secara telak. Sony tercatat hanya mampu menjual 1,5 juta unit PS5 pada kuartal yang berakhir 31 Maret 2026. Angka ini turun drastis dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 2,8 juta unit, atau setara dengan penurunan tahunan lebih dari 46 persen.
Secara akumulatif tahunan, penjualan PS5 juga menyusut dari 18 juta unit pada tahun fiskal 2024 menjadi 16,5 juta unit pada tahun fiskal 2025. Meskipun total penjualan global telah menembus angka 93,7 juta unit, performa ini dinilai masih tertinggal jika dibandingkan dengan capaian PlayStation 4 pada fase usia produk yang sama.
Presiden dan CEO Sony, Hiroki Totoki, mengungkapkan bahwa kenaikan biaya komponen, terutama cip memori dan perangkat keras lainnya, menjadi faktor utama yang membebani margin keuntungan bisnis PlayStation. Hal ini tidak hanya memengaruhi penjualan konsol, tetapi juga berdampak pada ekosistem lainnya seperti perangkat lunak, layanan langganan, hingga aksesori.
Di sisi lain, konsumen mulai menunjukkan keengganan membeli perangkat yang sudah berusia beberapa tahun namun dengan harga yang justru semakin mahal. Padahal, secara umum pelanggan berharap harga teknologi akan menurun seiring bertambahnya usia produk di pasar.
Meski performa saat ini menurun, Sony menyatakan belum berencana menaikkan harga kembali dalam waktu dekat. Perusahaan tetap optimis bisnis gim mereka akan tumbuh sekitar 30 persen pada tahun fiskal berikutnya. Optimisme ini didasarkan pada peluncuran gim yang paling dinanti, Grand Theft Auto VI (GTA VI), pada November mendatang.
Selain itu, Sony mengonfirmasi bahwa pengembangan konsol generasi berikutnya, PlayStation 6 (PS6), masih terus berjalan. Namun, investasi besar untuk riset dan pengembangan cip PS6 diperkirakan masih akan menekan profitabilitas perusahaan dalam jangka pendek.
Analisis Strategis Asatunews.my.id: Gambaran Kritis
Penurunan performa PS5 di tahun 2026 ini memberikan gambaran kritis mengenai arah industri gim konsol ke depan:
Anomali Siklus Produk: Secara historis, konsol gim akan mengalami penurunan harga (diskon) seiring bertambahnya usia produk untuk memperluas basis pengguna. Strategi Sony yang justru menaikkan harga PS5 adalah anomali yang berisiko menciptakan hambatan bagi pengguna baru (entry barrier).
Dilema Biaya Produksi vs Daya Beli: Sony terjepit di antara inflasi biaya manufaktur cip dan daya beli konsumen yang mulai jenuh. Jika harga terus bertahan di level tinggi, ekosistem PlayStation Plus dan penjualan gim digital terancam melambat karena populasi pengguna baru tidak tumbuh sesuai target.
GTA VI sebagai Penyelamat: Sony sangat bergantung pada Grand Theft Auto VI untuk memicu gelombang “upgrade” konsol. Namun, ada risiko jika harga perangkat tetap mahal, konsumen mungkin akan menunda pembelian atau beralih ke platform lain yang lebih terjangkau.
Transisi Menuju PS6: Fokus Sony kini tampaknya sudah mulai bergeser ke PlayStation 6. Penurunan angka PS5 bisa jadi merupakan sinyal bahwa siklus hidup konsol ini akan diperpendek untuk memberi ruang bagi PS6 yang diharapkan membawa lompatan teknologi yang lebih sepadan dengan harga premium di masa depan. *****
