JAKARTA, ASATUNEWS.MY.ID – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan rencana penangkapan besar-besaran terhadap pelaku praktik ilegal yang merugikan penerimaan negara. Target utama operasi ini adalah praktik under-invoicing dan penyelundupan di sektor strategis seperti tekstil dan baja. “Yang under-invoicing, yang selama ini menyelundupin, yang banyak tekstil, baja, apa segala macam. Itu kan sudah ada nama-nama pemainnya kan. Tinggal kita pilih saja siapa yang mau diproses,” tegas Purbaya usai Rapat Terbatas dengan Presiden Prabowo, Senin (20/10/2025).
Sektor tekstil dan baja jadi sasaran utama pemberantasan praktik under-invoicing, dengan dukungan sistem coretax yang ditargetkan selesai akhir pekan.
Purbaya mengungkapkan aparat telah mengantongi data lengkap para pelaku utama praktik ilegal tersebut. Meski belum dapat memastikan besaran potensi pengembalian kerugian negara, “Belum tahu, masih kita hitung,” katanya, ia menekankan komitmen menutup segala celah kebocoran pendapatan negara. “Kalau ceteris paribus, ya, kita tutupi kebocoran-kebocoran yang mungkin timbul. Di cukai, di under-invoicing, segala macam, kita periksa lagi,” tambahnya.
Untuk mendukung operasi ini, Kemenkeu akan mengandalkan teknologi dengan percepatan penyelesaian sistem inti perpajakan (coretax). “Saya harapkan akhir minggu ini coretax sudah siap mungkin. Jadi, itu akan meningkatkan lagi penyerapan pendapatan dari pajak kalau lebih efisien,” pungkas Purbaya. Langkah ini sekaligus menargetkan praktik negosiasi ilegal antara oknum aparat dan wajib pajak yang selama ini merugikan negara. (A-1)
