JAKARTA, ASATUNEWS.MY.ID — Nilai tukar rupiah ditutup menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat sore, didorong oleh sentimen positif hasil pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Rupiah terapresiasi 5 poin atau 0,03 persen, ditutup pada level Rp16.631 per dolar AS, dari penutupan sehari sebelumnya di Rp16.636 per dolar AS. Penguatan ini terjadi setelah pertemuan kedua kepala negara di Busan, Korea Selatan, yang menyepakati “gencatan senjata” dalam perang tarif.
Kesepakatan Trump-Xi di Busan Beri Stabilitas, Namun Analis Ingatkan Dinamika Kepentingan Kedua Negara
Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, mengatakan bahwa hasil pertemuan yang positif tersebut memberikan stabilitas di pasar. “Hasil pertemuan AS dan China yang positif memberikan stabilitas bagi pasar, namun hubungan AS dan China akan selalu dinamis karena masing-masing memiliki kepentingan dan persaingan yang tinggi,” katanya kepada ANTARA di Jakarta, Jumat. Dalam pertemuan yang berlangsung selama 1 jam 40 menit itu, Xi Jinping disebut menyetujui penangguhan pembatasan ekspor mineral tanah jarang selama satu tahun, sementara Trump setuju menurunkan tarif impor terhadap China untuk produk fentanil dari 20 persen menjadi 10 persen.
Selain itu, kesepakatan juga mencakup komitmen China untuk melanjutkan pembelian kedelai dan produk pertanian AS dalam jumlah besar, serta “kerja sama” dalam mengakhiri perang Rusia-Ukraina. Meskipun demikian, isu-isu sensitif seperti Taiwan, penyelesaian masalah TikTok, dan pencabutan larangan penjualan chip AI Nvidia ke China tidak dibahas. Rupiah juga disebut mendapat dorongan positif dari pasar saham dan obligasi negara yang menguat. Kurs JISDOR Bank Indonesia (BI) hari ini juga menunjukkan penguatan di level Rp16.625 per dolar AS, dari sebelumnya Rp16.640 per dolar AS. (A-1)
