Seseorang sedang menyeduh kopi di rumah menggunakan metode manual brew untuk menghemat pengeluaran harian.
Seseorang sedang menyeduh kopi di rumah menggunakan metode manual brew untuk menghemat pengeluaran harian.

Mau hemat jutaan rupiah tapi tetap butuh asupan kafein? Simak 5 tips beralih jadi home barista dan cara racik kopi enak di rumah tanpa kantong jebol.

JAKARTA, ASATUNEWS.ID — Setelah mengetahui bahwa biaya kopi harian bisa setara dengan DP rumah, mungkin ini saatnya Anda mulai melirik meja dapur sendiri. Berhenti membeli kopi di kafe bukan berarti Anda harus berhenti menikmati kopi enak.

Berikut adalah trik beralih menjadi home barista demi menyelamatkan tabungan masa depan Anda:

Daripada mengeluarkan Rp1,2 juta per bulan untuk kopi kafe, lebih baik alokasikan satu kali anggaran bulanan tersebut untuk membeli alat seduh manual seperti French Press, V60, atau Moka Pot. Alat-alat ini tahan lama dan mampu menghasilkan rasa kopi yang tidak kalah dengan seduhan barista profesional.

Kunci rasa kopi yang enak adalah kesegarannya. Belilah biji kopi atau kopi bubuk dari sangrai lokal (local roastery). Satu kemasan kopi seberat 250 gram biasanya dibanderol Rp60.000–Rp100.000 dan bisa digunakan untuk 15-20 cangkir. Secara hitungan, harga per cangkir Anda jatuh di angka Rp5.000 saja!

Salah satu alasan Gen Z menyukai kopi kafe adalah faktor visual atau estetik. Gunakan tumbler yang bagus untuk membawa kopi buatan sendiri ke kantor. Selain menjaga suhu kopi tetap stabil (panas atau dingin lebih lama), membawa botol minum sendiri juga mendukung gaya hidup ramah lingkungan.

Jika Anda penggemar kopi susu kekinian, Anda hanya butuh kopi konsentrat (hasil Moka Pot atau Cold Brew), susu UHT, dan sirup gula aren yang banyak dijual di supermarket. Rasanya bisa sangat mirip dengan merek populer, namun dengan biaya jauh lebih murah dan kadar gula yang bisa Anda atur sendiri.

Ubah pola pikir Anda. Jangan jadikan kopi Rp40.000 sebagai asupan harian. Jadikan itu sebagai hadiah atau self-reward setelah Anda berhasil menyelesaikan target pekerjaan besar atau saat nongkrong di akhir pekan. Dengan begitu, nilai “kenikmatan” kopi tersebut akan terasa lebih spesial tanpa merusak arus kas bulanan. (A-1)

Simulasi Tabungan: Kopi Rumahan vs Kopi Kafe

Komponen Kopi Kafe (Harian) Kopi Rumahan (Harian)
Harga per Gelas Rp40.000 ± Rp7.000 (Kopi + Susu)
Pengeluaran Sebulan Rp1.200.000 Rp210.000
Potensi Tabungan Rp0 Rp990.000 / Bulan

 

 

By Endang Suherman

Profesional media dan jurnalis spesialis isu Hukum, Politik, dan Geopolitik. Dengan keahliannya dalam mengelola informasi strategis dengan sentuhan teknologi digital modern, menyajikan berita dan analisis yang dibutuhkan publik. Fokus pada penyajian berita akurat di Asatunews dengan berbagai ekstensi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *