Ilustrasi perangkat iPhone yang akan menggunakan chip produksi Intel berbasis desain Apple Silicon.
Ilustrasi perangkat iPhone yang akan menggunakan chip produksi Intel berbasis desain Apple Silicon.

Apple dikabarkan bakal menggandeng Intel untuk memproduksi chip iPhone dan Mac. Simak alasan Apple diversifikasi rantai pasok dan tinggalkan dominasi TSMC.

Dinamika industri semikonduktor dunia kembali memanas. Raksasa teknologi Apple dikabarkan tengah menjajaki kerja sama strategis untuk memasok chip iPhone dan Mac dari kompetitor lamanya, Intel. Kabar ini menandai potensi kembalinya hubungan kedua perusahaan setelah Apple beralih sepenuhnya ke Apple Silicon beberapa tahun lalu.

Melansir laporan The Wall Street Journal via Macrumors, Sabtu (9/5/2026), kesepakatan awal ini muncul setelah diskusi intensif selama satu tahun terakhir. Dalam skema ini, Intel akan bertindak sebagai produsen yang mencetak chip berdasarkan desain mandiri milik Apple, serupa dengan model kerja sama yang selama ini dijalin Apple dengan TSMC.

Langkah mengejutkan Apple ini dipicu oleh kebutuhan mendesak untuk mendiversifikasi rantai pasokan. Selama ini, TSMC menjadi produsen tunggal chip Apple, namun kapasitas TSMC kini semakin terbatas akibat lonjakan permintaan chip server untuk kecerdasan buatan (AI) dari perusahaan seperti Nvidia.

Keterbatasan kapasitas di TSMC mulai berdampak nyata pada produk konsumen Apple. Dalam konferensi pendapatan terbaru, CEO Apple Tim Cook mengungkapkan bahwa model iPhone 17 mengalami kendala pasokan karena Apple kesulitan mendapatkan cukup chip A19 dan A19 Pro dari TSMC.

Keinginan Apple untuk kembali melirik Intel tak lepas dari perubahan internal di tubuh Intel. Setelah posisi CEO kini diisi oleh Lip Bu Tan, Intel fokus membangkitkan lini bisnis manufaktur chip (foundry) untuk pelanggan eksternal.

Intel kini tengah mempromosikan teknologi tercanggih mereka, yakni:

Node Proses 18A (1,8nm): Disiapkan untuk produksi dalam waktu dekat.

Node Proses 14A (1,4nm): Teknologi paling mutakhir yang direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2028.

Sebelumnya, Apple sempat enggan memilih Intel karena teknologinya dinilai tertinggal dibanding TSMC dan Samsung. Namun, dengan peta jalan (roadmap) teknologi terbaru Intel, Apple melihat peluang untuk mengamankan pasokan chip di masa depan.

Analisis Redaksi Asatunews.my.id: Tahap Awal

Rumor yang beredar menyebutkan bahwa pada tahap awal, Intel kemungkinan akan dipercaya memproduksi prosesor untuk perangkat kelas menengah atau bawah. Ini termasuk chip seri M versi standar yang digunakan pada model iPad dan Mac tertentu, sebelum nantinya merambah ke chip performa tinggi untuk iPhone flagship.

Kerja sama ini menjadi babak baru bagi kedua raksasa tersebut. Sebelumnya, Apple meninggalkan Intel karena sering mengalami penundaan jadwal peluncuran chip yang menghambat inovasi produk Mac.

Dengan sistem di mana Intel hanya bertindak sebagai produsen (foundry) dan bukan perancang arsitektur, Apple berharap dapat menjaga ritme pembaruan produknya secara teratur tanpa harus bergantung sepenuhnya pada kapasitas produksi di Taiwan. ****

By Endang Suherman

Profesional media dan jurnalis spesialis isu Hukum, Politik, dan Geopolitik. Dengan keahliannya dalam mengelola informasi strategis dengan sentuhan teknologi digital modern, menyajikan berita dan analisis yang dibutuhkan publik. Fokus pada penyajian berita akurat di Asatunews dengan berbagai ekstensi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *