Sosok Ejae, penyanyi dan penulis lagu K-Pop yang sukses mengisi soundtrack film KPop Demon Hunters setelah bertransformasi dari kegagalan menjadi idol.
Sosok Ejae, penyanyi dan penulis lagu K-Pop yang sukses mengisi soundtrack film KPop Demon Hunters setelah bertransformasi dari kegagalan menjadi idol.

Bintang K-Pop Demon Hunters, Ejae, berbagi kisah inspiratif bangkit dari depresi usai gagal debut menjadi idol hingga kini sukses menjadi penulis lagu hit.

Industri K-Pop yang tampak berkilau di luar ternyata menyimpan sisi kompetisi yang sangat keras. Hal ini dirasakan langsung oleh Ejae, bintang di balik film KPop Demon Hunters, yang baru-baru ini berbagi kisah perjuangannya pulih dari depresi setelah impian masa mudanya untuk menjadi superstar K-Pop kandas.

Dikutip dari laman Channel News Asia melalui kantor berita Antara, Minggu (10/5/2026), Ejae mengungkapkan kepada The New York Times bahwa ia sempat mengalami depresi berat. Seluruh masa mudanya dihabiskan untuk persiapan debut yang pada akhirnya tidak pernah terwujud.

“Saya sudah merencanakan masa depan saya dengan matang. Saya berpikir, ‘Oke, saya akan menjadi idola K-pop, superstar besar pada usia sekitar 18 tahun’,” kenang Ejae.

Ejae telah diterima di sebuah label besar di Korea Selatan pada usia yang sangat belia, yakni 11 tahun. Keyakinannya akan masa depan yang terjamin membuatnya rela berlatih menari dan bernyanyi selama tujuh hingga delapan jam setiap hari, terinspirasi dari video latihan awal Beyonce.

Namun, realitas industri berkata lain. Di usia 22 tahun, ia harus menerima kenyataan pahit saat diberitahu bahwa usianya telah melewati batas standar industri untuk debut. Tekanan ini semakin diperparah oleh latar belakang keluarganya; kakek Ejae merupakan tokoh besar di industri film Korea yang selalu menekankan pentingnya kerja keras untuk meraih kesuksesan.

Kesehatan mental Ejae mulai membaik saat ia secara tidak sengaja menemukan jalan di bidang penulisan lagu. Perubahan profesi ini dianggap sebagai momen yang mengubah arah hidupnya secara total.

Kini, nama Ejae dikenal sebagai sosok di balik layar lagu-lagu grup K-pop ternama seperti Red Velvet, Aespa, Twice, hingga Le Sserafim. Momen puncak karirnya terjadi saat ia terpilih merekam lagu berjudul “Golden” untuk film KPop Demon Hunters yang berhasil memenangkan Oscar. Selain bernyanyi, pria berusia 34 tahun ini juga dipercaya mengisi suara karakter Rumi dalam film tersebut.

Kesuksesannya semakin lengkap setelah ia tampil membawakan lagu tersebut di ajang Brit Awards tahun ini. Penampilan memukau dan dukungan penuh dari para penggemar diakuinya telah membantu mengatasi rasa gugup serta mengembalikan kepercayaan diri pada kualitas vokalnya.

Analisis Strategis Asatunews.my.id:  Transformasi

Kisah Ejae memberikan perspektif mendalam mengenai struktur industri hiburan Korea Selatan yang sedang bertransformasi di tahun 2026:

Pergeseran Paradigma “Usia Produktif”: Kasus Ejae yang ditolak di usia 22 tahun menyoroti batasan usia yang sangat ketat di industri K-Pop. Namun, kesuksesannya di usia 34 tahun membuktikan bahwa talenta murni memiliki masa hidup yang jauh lebih panjang jika diarahkan ke sisi produksi (penulisan lagu) dan pengisian suara.

Kesehatan Mental sebagai Isu Utama: Terbukanya Ejae mengenai depresi yang dialaminya menunjukkan tren positif di mana figur publik mulai berani menyuarakan isu kesehatan mental. Ini penting untuk mengedukasi para trainee muda agar memiliki rencana cadangan (plan B) di luar ambisi menjadi idol.

Hibridisasi Peran Artis: Ejae adalah contoh nyata dari model “Multi-Talent Artist” masa kini. Ia tidak hanya bernyanyi, tetapi juga menulis lagu, mengisi suara film, dan melakukan pertunjukan teatrikal. Diversifikasi keahlian ini menjadi kunci keberlanjutan karir di tengah pasar yang jenuh.

Dampak Global Konten K-Pop: Kemenangan Oscar film KPop Demon Hunters menunjukkan bahwa narasi tentang K-Pop kini telah diterima sebagai bahasa universal di industri film global, membuka peluang lebih besar bagi musisi Korea untuk berkolaborasi dalam proyek-proyek internasional seperti soundtrack film. *****

By Endang Suherman

Profesional media dan jurnalis spesialis isu Hukum, Politik, dan Geopolitik. Dengan keahliannya dalam mengelola informasi strategis dengan sentuhan teknologi digital modern, menyajikan berita dan analisis yang dibutuhkan publik. Fokus pada penyajian berita akurat di Asatunews dengan berbagai ekstensi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *