Tantang Sony dan Apple: Sennheiser Momentum 5 Wireless Resmi Meluncur dengan Dolby Atmos dan Baterai yang Bisa Diganti

Published:

Setelah 4 tahun, Sennheiser merilis Momentum 5 Wireless seharga $400. Menampilkan Snapdragon Sound, Dolby Atmos dengan head tracking, dan baterai yang bisa diganti sendiri!

Setelah hampir empat tahun menanti sejak peluncuran seri pendahulunya, raksasa audio asal Jerman, Sennheiser, akhirnya resmi mengumumkan generasi terbaru headphone flagship mereka, Sennheiser Momentum 5 Wireless.

Secara visual, Momentum 5 Wireless masih mempertahankan garis desain yang sangat mirip dengan Momentum 4. Namun, Sennheiser merombak total sektor jeroannya demi memberikan peningkatan masif pada kualitas reproduksi suara serta sistem peredam bising aktif (Active Noise Cancellation/ANC). Peningkatan ini juga dibarengi dengan penyesuaian harga, di mana Momentum 5 dibanderol $50 lebih mahal dari generasi sebelumnya.

Andalkan Snapdragon Sound dan Dukungan Bluetooth 6.0 Masa Depan

Sennheiser Momentum 5 tetap mempercayakan transduser (driver) berukuran 42mm yang terinspirasi dari lini headphone legendaris HD 600 series untuk menghasilkan karakter suara yang bertenaga (full-bodied) dan bass yang dinamis. Kebaruan utama pada model generasi kelima ini adalah hadirnya sertifikasi Hi-Res Audio serta teknologi Snapdragon Sound yang mendukung codec Bluetooth hingga kualitas aptX Lossless.

Melalui aplikasi Smart Control Plus, pengguna kini disajikan fitur 8-band EQ, audio presets, dan personalisasi suara yang lebih mendalam. Menariknya, Sennheiser telah menyiapkan peta jalan pembaruan digital lewat firmware update. Pada hari pertama perilisan (day-one update), fitur Dolby Atmos dengan head tracking (pelacakan gerakan kepala) akan langsung disuntikkan.

Selain itu, meski saat ini meluncur dengan Bluetooth 5.4, perangkat keras Momentum 5 sudah dipersiapkan secara matang untuk mengadopsi teknologi Bluetooth 6.0 di masa depan melalui pembaruan sistem.

Peredam Bising 3 Kali Lebih Senyap dan Baterai Ramah Lingkungan

Untuk mendongkrak performa ANC, Sennheiser menyematkan total empat mikrofon di setiap sisi penutup telinga (ear cup). Konfigurasi baru ini diklaim mampu meredam suara obrolan manusia hingga tiga kali lipat lebih efektif dibandingkan seri terdahulu, sekaligus menghasilkan kualitas suara telepon yang jauh lebih natural.

Dari segi daya tahan, baterai Momentum 5 Wireless mengalami sedikit penyesuaian menjadi 57 jam dengan ANC aktif (turun tipis dari 60 jam pada Momentum 4). Kendati demikian, Sennheiser menyematkan fitur pengisian daya cepat yang mampu memberikan waktu putar hingga 3 jam hanya dalam pengisian 5 menit.

Poin paling revolusioner adalah baterai berkapasitas 700mAh di dalam headphone ini berstatus user-replaceable. Artinya, pengguna bisa mengganti baterai sendiri di rumah saat performanya sudah menurun hanya dengan bantuan obeng plus (Phillips-head) kecil.

Sennheiser Momentum 5 Wireless akan resmi tersedia di pasar global mulai 16 Juni 2026 dengan harga $400 (sekitar Rp6,4 jutaan) dalam tiga varian warna eksklusif: Black, White, dan Blue.

Analisis: Apakah Sennheiser Momentum 5 Layak Ditunggu oleh Penikmat Audio di Indonesia?

Kehadiran headphone premium ini membawa angin segar sekaligus beberapa pertimbangan penting bagi komunitas pencinta audio di tanah air:

1. Fitur “Baterai Bisa Diganti Sendiri” Adalah Solusi Investasi Jangka Panjang

Salah satu ketakutan terbesar konsumen di Indonesia saat membeli headphone nirkabel premium seharga Rp6 jutaan ke atas adalah umur pakai baterai lithium. Setelah 2-3 tahun, baterai biasanya bocor, dan perangkat mahal tersebut sering kali berakhir menjadi pajangan karena biaya servis resmi yang mahal atau kelangkaan suku cadang.

Keputusan Sennheiser membuat baterai 700mAh yang bisa diganti sendiri menggunakan obeng biasa adalah sebuah langkah luar biasa. Ini menjadi nilai jual yang sangat kuat di pasar Indonesia karena menjamin investasi gadget mereka dapat bertahan hingga bertahun-tahun ke depan tanpa khawatir performa baterai drop.

2. Tantangan Infrastruktur Ekosistem Snapdragon Sound di Indonesia

Dukungan teknologi aptX Lossless melalui Snapdragon Sound menjanjikan kualitas audio nirkabel setara CD. Namun, konsumen di Indonesia perlu jeli sebelum membeli. Fitur ini hanya bisa aktif jika ponsel pintar (smartphone) yang digunakan juga mendukung ekosistem Snapdragon Sound dari Qualcomm. Mengingat pasar smartphone di Indonesia cukup variatif (banyak menggunakan chipset MediaTek di kelas menengah), pengguna harus memastikan perangkat genggam mereka kompatibel agar tidak mubazir dan bisa menikmati kualitas audio tertinggi secara maksimal.

3. Kesiapan Teknologi Masa Depan (Future-Proofing) yang Menggiurkan

Komunitas tech-savvy di Indonesia sangat menyukai perangkat yang future-proof atau tidak cepat ketinggalan zaman. Dengan komitmen Sennheiser yang menyiapkan struktur hardware-nya untuk pembaruan Bluetooth 6.0 dan Dolby Atmos berbasis head tracking, harga $400 yang ditawarkan terasa sangat rasional. Pembeli di Indonesia tidak perlu terburu-buru mengganti headphone mereka dalam 4-5 tahun ke depan karena teknologi internalnya dipastikan akan tetap relevan dengan perkembangan standar teknologi nirkabel terbaru. Source

Endang Suherman
Endang Suhermanhttps://asatunews.my.id
Profesional media dan jurnalis spesialis isu Hukum, Politik, dan Geopolitik. Dengan keahliannya dalam mengelola informasi strategis dengan sentuhan teknologi digital modern, menyajikan berita dan analisis yang dibutuhkan publik. Fokus pada penyajian berita akurat di Asatunews dengan berbagai ekstensi

Related articles

Recent articles