Nyawa Taruhannya! Hindari Baju Renang Biru dan Putih, Ini Deretan Warna yang Paling Aman Menurut Pakar

Published:

Riset membuktikan warna baju renang tertentu bisa menyaru dengan air dan memicu fatalitas. Simak warna neon terbaik untuk menjaga keselamatan anak saat berenang.

Aktivitas rekreasi keluarga berenang di kolam renang atau pantai bisa berubah menjadi tragedi mengerikan dalam sekejap mata. Di Amerika Serikat saja, lebih dari 4.000 orang meninggal setiap tahun akibat tenggelam yang tidak disengaja. Berkaca dari data tersebut, para pakar keselamatan air menegaskan bahwa kasus tenggelam sebenarnya sangat bisa dicegah.

Selain pengawasan ketat dan kemampuan dasar berenang, ada satu faktor krusial yang kerap diabaikan oleh para orang tua saat mengajak buah hati mereka berenang: pemilihan warna baju renang.

Siapa sangka, pilihan estetika pakaian renang bisa menjadi penentu hidup dan mati seseorang, terutama bagi anak-anak dan perenang pemula yang belum mahir.

Mengapa Warna Baju Renang Sangat Menentukan?

Lisa Zarda, Direktur Eksekutif U.S. Swim School Association, mengungkapkan bahwa berenang dengan pakaian berwarna cerah atau neon akan membuat seseorang jauh lebih mudah terlihat di dalam air, baik itu di kolam renang, danau, maupun laut. Sebaliknya, baju renang berwarna biru, hitam, putih, dan abu-abu justru akan menyatu (blending) dengan lingkungan air.

“Saat air bergerak dan memantulkan sinar matahari, warna-warna tertentu akan lenyap begitu saja di bawah permukaan air,” kata Lisa. “Apalagi di perairan terbuka yang cenderung keruh dan jarak pandang terbatas. Semakin cerah warnanya, maka akan semakin baik.”

Warna yang kontras membantu penjaga pantai (lifeguard) atau orang tua mengidentifikasi posisi seseorang dengan cepat saat mereka mulai menunjukkan tanda-tanda tenggelam. Warna oranye menyala (vivid orange) dan kuning stabilo (highlighter yellow) adalah dua warna paling direkomendasikan.

“Bayangkan rompi keselamatan pekerja jalan atau kerucut lalu lintas,” tambah Lisa. “Benda-benda itu dibuat dengan warna tersebut karena suatu alasan, yaitu agar mudah dilihat dari kejauhan.”

Hasil Uji Coba Visibilitas di Tiga Kondisi Air

Sebuah studi informal yang dilakukan oleh organisasi keselamatan publik, Alive Solutions, menguji visibilitas warna baju renang di tiga lingkungan berbeda: kolam renang berdasar putih/terang, kolam renang berdasar gelap (mirip lingkungan laut), dan danau luar ruangan dengan air berwarna cokelat-abu-abu.

Berikut hasil temuan pentingnya:

  • Kolam Renang Berdasar Terang: Mayoritas warna terlihat jelas, namun pakaian berwarna putih dan biru muda langsung menghilang secara instan di bawah riak air.

  • Kolam Renang Berdasar Gelap: Warna kuning neon, hijau neon, dan oranye neon paling mencuri perhatian. Menariknya, warna merah dan merah muda (pink) justru terlihat gelap dan menyaru dengan dasar kolam.

  • Danau/Perairan Keruh: Hanya warna-warna neon yang tetap mempertahankan visibilitasnya, sementara semua warna standar lainnya langsung lenyap ditelan kegelapan air.

Secara keseluruhan, studi menetapkan oranye neon sebagai warna baju renang paling aman dan paling konsisten terlihat di semua medan air.

Secara ilmiah, warna neon atau fluoresen tidak sekadar memantulkan cahaya yang mereka terima, tetapi juga menyerap sinar ultraviolet (UV) yang tidak terlihat dan memancarkannya kembali sebagai cahaya tampak yang intens. Itulah mengapa warna neon terlihat seperti “menyala” di mata manusia.

Analisis: Mengubah Kebiasaan “Parenting” Saat Liburan Air

Hasil studi global mengenai keselamatan warna baju renang ini memiliki urgensi yang sangat tinggi untuk diterapkan oleh para orang tua di Indonesia:

1. Mematahkan Tren Estetika “Baju Renang Estetik” yang Berbahaya

Di Indonesia, tren belanja baju anak saat ini sangat dipengaruhi oleh estetika media sosial yang menyukai warna-warna bumi (earth tone), pastel, biru navy, hitam minimalis, atau putih bersih. Banyak orang tua membelikan anak mereka baju renang berwarna biru atau hijau toska agar terlihat serasi dengan air kolam untuk kebutuhan foto. Analisis di atas dengan tegas memperingatkan bahwa kebiasaan ini sangat berbahaya. Ketika anak tenggelam, tubuh mereka yang memakai baju biru atau putih akan langsung tidak terlihat dari permukaan akibat bias cahaya, sehingga memperlambat waktu penyelamatan kritis (golden time).

2. Kondisi Perairan Indonesia yang Cenderung Keruh dan Ramah Wisatawan

Kondisi kolam renang umum atau tempat wisata air alami di Indonesia (seperti umbul, sungai, danau, dan pantai publik) sering kali sangat padat pengunjung dan kondisi airnya tidak selalu jernih kristal. Dalam kondisi air yang keruh, berombak, atau dipenuhi ratusan orang, memantau anak secara visual menjadi tantangan berat. Memakaikan baju renang berwarna oranye atau kuning neon akan menjadi “lampu suar” instan bagi mata orang tua untuk membedakan posisi anaknya di tengah kerumunan.

3. Edukasi “Layers of Protection” (Lapisan Perlindungan) di Tempat Rekreasi Lokal

Penting bagi masyarakat Indonesia untuk memahami pernyataan Lisa Zarda bahwa warna baju renang hanyalah salah satu lapisan perlindungan, bukan pengganti pengawasan. Di Indonesia, masih sering dijumpai kasus orang tua yang asyik bermain ponsel pintar (smartphone) di tepi kolam dan membiarkan anak-anak mereka berenang tanpa pengawasan melekat, dengan asumsi sudah ada lifeguard. Mengingat tidak semua kolam renang atau pantai wisata di Indonesia memiliki lifeguard bersertifikasi yang siaga, pengawasan mata secara langsung tanpa terdistraksi, pembatasan pagar kolam, serta pembekalan les berenang sejak dini tetap menjadi pilar utama keselamatan anak. Source

Endang Suherman
Endang Suhermanhttps://asatunews.my.id
Profesional media dan jurnalis spesialis isu Hukum, Politik, dan Geopolitik. Dengan keahliannya dalam mengelola informasi strategis dengan sentuhan teknologi digital modern, menyajikan berita dan analisis yang dibutuhkan publik. Fokus pada penyajian berita akurat di Asatunews dengan berbagai ekstensi

Related articles

Recent articles