Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat berbicara dalam acara bedah buku "Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung" di Jakarta.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat berbicara dalam acara bedah buku "Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung" di Jakarta.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon soroti konsistensi politik akal sehat Presiden Prabowo dalam bedah buku J. Osdar. Fokus pada swasembada & koreksi neoliberalisme.

JAKARTA, ASATUNEWS.MY.ID – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyoroti konsistensi pemikiran Presiden Prabowo Subianto dalam acara bedah buku berjudul “Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung” karya wartawan senior J. Osdar di Jakarta, Minggu (15/2/2026).

Fadli Zon menilai langkah-langkah kebijakan yang diambil Presiden saat ini merupakan eksekusi nyata dari dialektika pemikiran panjang yang telah dibangun selama puluhan tahun. Menurutnya, Prabowo konsisten dalam menerjemahkan akal sehat ke dalam jalur politik praktis demi kepentingan nasional.

“Pak Prabowo tidak berubah. Apa yang beliau lakukan hari ini adalah exercise atau pelaksanaan dari akal sehat itu sendiri,” ujar Fadli Zon yang telah mengenal Prabowo sejak tahun 1993, sebagaimana dikutip dari siaran pers kementerian, Senin (16/2/2026).

Kembali ke Jalur Konstitusi Pasal 33 UUD 1945

Fadli Zon menekankan bahwa salah satu misi utama Presiden Prabowo adalah meluruskan arah ekonomi bangsa agar kembali ke mandat Pasal 33 UUD 1945. Hal ini dilakukan untuk mengoreksi praktik liberalisasi ekonomi atau neoliberalisme yang dinilai telah melampaui batas.

Kebijakan strategis seperti swasembada pangan, kemandirian energi, hingga program makan bergizi gratis disebut sebagai wujud nyata dari ideologi ekonomi strukturalis yang menempatkan kepentingan nasional sebagai prioritas utama (National Interest First).

“Pak Prabowo ingin mengembalikan ekonomi kita ke jalur konstitusi yang sifatnya imperatif: bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai negara untuk kemakmuran rakyat,” jelas Fadli.

Tiga Pilar Pemerintahan Prabowo

Untuk mencapai target besar tersebut, Fadli Zon memaparkan tiga pilar utama yang tengah dibangun oleh pemerintahan saat ini:

  1. Pembenahan Institusi: Memastikan lembaga negara berfungsi secara tepat dan efisien.

  2. Intervensi Negara yang Terukur: Penerapan kebijakan negara yang pas untuk melindungi kepentingan rakyat.

  3. Koordinasi Lintas Sektor: Mewujudkan kolaborasi yang efektif antar-kementerian dan lembaga.

Kehadiran Tokoh Nasional

Acara bedah buku yang dimoderatori oleh pakar komunikasi Effendi Gazali ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Jimly Asshiddiqie, Anindya Bakrie, hingga pengamat politik Rocky Gerung.

Fadli Zon berharap buku tersebut dapat menjadi ruang refleksi bahwa kekuasaan sejatinya adalah alat untuk melayani kepentingan nasional dengan penuh ketenangan dan kedewasaan. (A-1)

By Endang Suherman

Profesional media dan jurnalis spesialis isu Hukum, Politik, dan Geopolitik. Dengan keahliannya dalam mengelola informasi strategis dengan sentuhan teknologi digital modern, menyajikan berita dan analisis yang dibutuhkan publik. Fokus pada penyajian berita akurat di Asatunews dengan berbagai ekstensi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *