Bambang Soesatyo (Bamsoet) resmi mengukuhkan komunitas Jeep PERIKHSA 4×4. Wadah bagi pemilik Jeep dan senjata api bela diri untuk perkuat solidaritas nasional.
Anggota DPR RI sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Bela Diri (PERIKHSA), Bambang Soesatyo (Bamsoet), resmi mengukuhkan kepengurusan komunitas Jeep PERIKHSA 4×4 di Jakarta, Jumat malam (17/4/2026). Komunitas ini menjadi wadah baru yang menyatukan para penggemar otomotif off road sekaligus pemilik Izin Khusus Senjata Api Bela Diri (IKHSA).
Dikutip dari Pers Rilis resmi, Sabtu (18/4/2026), pengukuhan PERIKHSA 4×4 COMMUNITY ini menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara hobi, disiplin penggunaan senjata api, serta penguatan semangat Bela Negara. Bamsoet menekankan bahwa pemilik izin senjata api merupakan kategori warga negara terlatih yang harus siap menjaga kedaulatan negara.
“Pengukuhan PERIKHSA 4×4 COMMUNITY harus dimaknai sebagai upaya menyatukan hobi dengan tanggung jawab. Off road melatih ketangguhan, sementara kepemilikan senjata api bela diri menuntut disiplin tinggi,” ujar Bamsoet dalam acara Halalbihalal PERIKHSA di Parle Senayan, Jakarta.
Bamsoet, yang juga merupakan Ketua Dewan Pembina Ikatan Motor Indonesia (IMI), menjelaskan bahwa kehadiran komunitas ini membawa dimensi baru dalam dunia otomotif nasional. Menurutnya, hobi ekstrem seperti off road tidak boleh hanya sekadar aktivitas otomotif, tetapi harus terintegrasi dengan agenda sosial dan pembentukan karakter.
“Komunitas ini harus mampu membuktikan bahwa hobi ekstrem bisa menjadi sarana pembentukan karakter, solidaritas, sekaligus kontribusi nyata bagi masyarakat,” kata Bamsoet.
Acara pengukuhan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Mantan Panglima TNI Marsekal TNI (Purn.) Hadi Tjahjanto selaku Ketua Dewan Pembina, Komjen Pol (Purn.) Nanan Soekarna sebagai Ketua Dewan Penasehat, hingga Presiden PERIKHSA 4×4 Malik Bawazier.
Sebagai organisasi induk, PERIKHSA menerapkan standar ketat bagi anggotanya, mulai dari tes psikologi, kesehatan, hingga pelatihan penggunaan senjata yang bertanggung jawab. Bamsoet mengingatkan bahwa kepemilikan senjata api bukanlah simbol status, melainkan amanah hukum yang berat.
“Penggunaan senjata api bela diri bukan simbol status. Ini adalah amanah yang harus dijaga dengan disiplin, tanggung jawab, dan kesadaran hukum yang tinggi,” tegas Wakil Ketua Umum Partai Golkar tersebut.
Di akhir sambutannya, Bamsoet mendorong penguatan semangat brotherhood lintas komunitas sebagai modal sosial untuk menjaga persatuan bangsa dan menghadapi berbagai tantangan sosial ke depan.
Analisis Redaksi Asatunews.my.id: Warga Negara Terlatih
Integrasi Hobi dan Kewarganegaraan: Langkah Bamsoet membentuk PERIKHSA 4×4 menunjukkan upaya untuk merangkul komunitas hobi kelas atas (Jeep dan senjata api) ke dalam struktur “warga negara terlatih”. Ini merupakan strategi untuk melegitimasi kepemilikan senjata api bela diri dengan mengaitkannya langsung pada narasi Bela Negara dan disiplin nasional.
Kepemimpinan Lintas Sektoral: Kehadiran tokoh-tokoh dari latar belakang militer (Hadi Tjahjanto) dan kepolisian (Nanan Soekarna) memberikan bobot otoritas dan pengawasan pada komunitas ini. Hal ini penting untuk menepis kesan negatif masyarakat terhadap kepemilikan senjata api sipil, sekaligus memastikan kepatuhan hukum yang ketat.
Filosofi Karakter: Penyamaan nilai antara off road (ketangguhan di medan berat) dan kepemilikan senjata (kontrol diri) adalah sebuah analogi cerdas untuk membentuk identitas kelompok yang eksklusif namun tetap produktif secara sosial.
Modal Sosial Nasional: Narasi brotherhood yang diusung bertujuan untuk meredam potensi arogansi komunitas eksklusif. Dengan mengarahkan solidaritas kelompok ke arah persatuan bangsa, komunitas ini diposisikan sebagai aset strategis dalam menjaga stabilitas nasional, terutama di tengah dinamika sosial yang kerap memicu perpecahan. *****






